Suara.com - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan dua pelabuhan di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste yaitu Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu dan Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang pada Mei 2016 mendatang.
"Sesuai rencana pada Mei 2016 mendatang, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka meresmikan Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu dan Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Richard Djami di Kupang, Jumat (15/4/2016).
Menurut dia, pelabuhan merupakan salah satu kunci dalam membangun suatu daerah, terlebih lagi bagi daerah yang berada di daerah-daerah terpencil seperti Atapupu dan Naikliu yang letaknya terdepan, tertinggal dan terisolasi di wilayah perbatasan dengan Timor Leste.
"Memang harus diakui tanpa pelabuhan, potensi suatu daerah tidak akan dikenal dan menopang ekonomi masyarakat setempat karena tidak adanya kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang singgah di daerah itu.
Bahkan sebaliknya kata dia, harga-harga barang di daerah itu dapat menjadi tinggi karena belum adanya konektivitas.
Oleh karenanya, kata mantan Kepala Dinas Kominfo NTT itu, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan pentingnya tol laut, yakni membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dengan jadwal yang pasti dari Sabang sampai Merauke.
Ia menjelaskan Pelabuhan Atapupu yang terletak di bagian Utara Pulau Timor dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste dibangun sejak tahun 1975 dengan menggunakan konstruksi kayu dengan luas pada waktu itu hanya mencapai 300 meter persegi.
"Dalam perkembangannya, pada tahun anggaran 1982-1983, Pelabuhan Atapupu diperluas menjadi 800 meter persegi dengan menggunakan konstruksi beton," katanya.
Seiring perkembangan zaman, katanya pada tahun 2005-2011, dilakukan replacement serta pelebaran dan perpanjangan dermaga secara bertahap hingga luasannya mencapai 2.790 meter persegi.
"Untuk mendukung kegiatan emberkasi dan deberkasi penumpang di pelabuhan Atapupu, pada tahun anggaran 2013-2015, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah membangun dermaga khusus seluas 560 meter persegi, causeway atau bagian yang menghubungkan darat dengan dermaga sepanjang 2.070 meter persegi," katanya.
Selain causeway katanya dibangun juga trestle atau bagian yang berupa dek beton di atas tiang yang menghubungkan darat dengan dermaga seluas 252 meter persegi yang dilengkapi dengan terminal penumpang, penerangan pelabuhan, jalan masuk pelabuhan, gapura, dan pos masuk-ke luar.
"Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Atapupu memiliki fasilitas dan peralatan pelabuhan seperti Dermaga I Pelabuhan Atapupu, Dermaga II Tanjung Raikatar dan Dermaga Pelabuhan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara," katanya.
Selain itu fasilitas lain yang dimiliki Kantor UPP Kelas III Atapupu seperti pinggiran/talud, alur pelayaran, kolam pelabuhan, gudang, lapangan penumpukan, terminal penumpang, gedung kantor dan rumah dinas.
"Untuk gudang pelabuhan ada dua ,yakni di Atapupu dan Wini. Gudang yang berada di Atapupu luasnya 800 meter persegi dan gudang di Wini luasnya 300 meter persegi. Sedangkan untuk terminal penumpang walau kondisi gedung saat ini sebagian rusak, tetapi luasnya mencapai 15.330 meter persegi," katanya.
Ia juga menambahkan, saat ini Pelabuhan Atapupu memiliki dua unit crane dan satu unit mobil tangki air tawar untuk mendukung kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Atapupu. Selain fasilitas tersebut, di Pelabuhan Atapupu terdapat juga kegiatan lain seperti Bea Cukai, Karantina Tumbuhan dan Hewan, Kesehatan Pelabuhan serta Imigrasi.
Sementara perusahaan yang terdaftar dan terdata di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Atapupu ada empat perusahaan bongkar muat dan empat perusahaan pelayaran.
Pelabuhan Atapupu merupakan satu-satunya pelabuhan yang berada di laut utara Kabupaten Belu, yang merupakan pintu gerbang perekonomian Kabupaten Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara, serta juga melayani kebutuhan Negara Timor Leste, katanya.
Sementara untuk Pelabuhan Naikliu yang berada dibawah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Atapupu wilayah kerja Naikliu saat ini baru hanya memiliki fasilitas berupa gedung kantor seluas 150 meter persegi, gudang seluas 150 meter persegi serta gedung terminal seluas 250 meter persegi.
Sedangkan untuk fasilitas laut, pelabuhan Naikliu mempunyai causeway atau bagian yang menghubungkan darat dengan dermaga sepanjang 90 meter persegi, trestle atau bagian yang berupa dek beton di atas tiang yang menghubungkan darat dengan dermaga seluas 80 meterpersegi dengan luas dermaga 800 meter persegi.
Pembangunan fasilitas Pelabuhan Naikliu di Kabupaten Kupang bersumber dari APBN yang pencairannya dilakukan secara bertahap selama tiga tahun anggaran sejak tahun 2011-2013. Untuk tahun anggaran 2011, total dana yang dicairkan sebesar Rp8.762.853.974, tahun 2012 Rp9,789. 216.000, serta tahun 2013 sebesar Rp2. 919.000.000. (Antara)
Berita Terkait
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara