Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (29/6/2016) atau Kamis pagi WIB, karena selera investor terhadap aset-aset berisiko seperti pound sterling pulih dan permintaan untuk greenback berkurang.
Pound sterling menguat terhadap greenback untuk kedua kalinya pada Rabu, setelah terjun ke tingkat terendah dalam 31 tahun pada Senin, karena pilihan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada Jumat (24/6).
Hasil referendum Inggris mengejutkan pasar dan mendorong kekhawatiran besar pada stabilitas ekonomi Inggris dan kawasan Euro.
Sterling berturut-turut pulih 0,9 persen dan 0,65 persen terhadap greenback pada akhir perdagangan Selasa dan Rabu, karena para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk pertemuan dua hari guna membahas keputusan Inggris meninggalkan blok itu.
Langkah para pemimpin Uni Eropa itu meningkatkan spekulasi bahwa para pembuat kebijakan dapat mengambil langkah-langkah untuk membatasi kejatuhan ekonomi.
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,51 persen menjadi 95,755 pada akhir perdagangan Rabu.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1108 dolar dari 1,1046 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3430 dolar dari 1,3321 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7438 dolar dari 0,7361 dolar.
Dolar dibeli 102,56 yen Jepang, lebih rendah dari 102,77 yen dari sesi sebelumnya. Dolar jatuh menjadi 0,9798 franc Swiss dari 0,9832 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,2980 dolar Kanada dari 1,3061 dolar Kanada. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?