PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah memakai dana belanja modal (capex) Rp 1,87 triliun. Jumlah itu setara 27 persen dari target tahun ini Rp7 triliun.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, Kamis (25/8/2016).
"EXCL menggunakan dana belanja modal tersebut untuk membangun jaringan infrastruktur demi menyokong strategi menjadi perusahaan layanan digital," kata Chief Service Management Officer EXCL Yessie D Yosetya. Ia mengatakan, capex akan terus terserap untuk mendorong pembangunan infrastruktur agar strategi jangka panjang atau transformasi perusahaan dapat terlaksana.
Perseroan ini berencana membangun infrastruktur 4G secara menyeluruh ke pulau-pulau besar di Indonesia, tak lagi terpusat di Jawa. EXCL tengah membangun fiber optic di Banjarmasin-Balikpapan sepanjang 700 kilometer.
Disisi lain, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) siap menggemukkan bisnis makanan dan minuman alias food and beverages (F&B). Untuk itu, emiten ini menjalin kerjasama dengan GA Robusta F&B Holding Pte Ltd, afiliasi dari perusahaan investasi General Atlantic Singapore Fund Pte Ltd.
Dalam kerjasama tersebut, GA Robusta sepakat menginvestasikan dana total Rp 1,08 triliun. Caranya, MAPI menerbitkan obligasi yang akan dibeli GA Robusta. Rinciannya, pertama, MAPI akan menerbitkan obligasi tanpa jaminan Rp 355 miliar. Obligasi ini tidak dapat dikonversi menjadi saham. Kedua, anak usaha MAPI, PT MAP Boga Adiperkasa (MBA) akan menerbitkan obligasi tanpa jaminan Rp 725 miliar. Obligasi ini bisa dikonversi menjadi saham MBA.
"Rencananya, MAPI akan menggunakan dana sebesar Rp 725 miliar untuk mendanai MBA. Sisanya, yaitu Rp 355 miliar akan dialokasikan untuk membayar sebagian utang MAPI kepada kreditur," ujar Kiswoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya