Hari ini,Jumat (23/9/2016), kota Kediri, Jawa Timur menjadi kota ke tujuh penyelenggaraan acara seremoni peluncuran program e-Warong KUBE (Kelompok Usaha Bersama) – PKH (Program Keluarga Harapan). Hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Andi.Z.A. Dulung, dan Direktur Kelembagaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Kuswiyoto.
Program e-Warong KUBE-PKH yang dilaksanakan di Desa Tulung Rejo, Kabupaten Kediri, Jatim kali ini merupakan langkah tindaklanjut dari komitmen pemerintah untuk terus menekan angka kemiskinan di Indonesia, setelah sebelumnya diluncurkan di kota Makassar, Padang, Palembang, Lampung, Batam, dan Balikpapan.
Dalam acara ini, BRI secara simbolis memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diserahkan secara langsung oleh Kuswiyoto kepada perwakilan warga masyarakat yang membutuhkan. "Kehadiran BRI di setiap peresmian peluncuran program e-Warong KUBE menunjukkan komitmen dukungan BRI terhadap program – program yang di inisiasi oleh Pemerintah RI," kata Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2016).
e-Warong KUBE PKH merupakan salah satu program Kementerian Sosial yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) non tunai kepada masyarakat yang kurang beruntung secara tepat, cepat, dan mudah melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebagai salah satu bank pelaksana program, Bank BRI turut aktif untuk mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam implementasi e-Warong KUBE PKH.
Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) - BRI dapat menggunakannya untuk bertransaksi di e-Warong KUBE-PKH. Selain itu, dapat juga digunakan untuk bertransaksi di 10.628 unit kerja konvensional, 23.126 jaringan ATM BRI dan 65.341 Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan operasional e-Warong menerapkan pengelolaan keuangan secara digital, menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah bagi anggota Keluarga Miskin khususnya peserta PKH, dan sebagai tempat pemasaran produk-produk KUBE dan hasil usaha ekonomi produktif peserta PKH.
Sebagai informasi, ada berbagai bansos Pemerintah yang disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) - BRI. Yang pertama adalah bansos Program Keluarga Harapan atau PKH. Yang kedua adalah Bantuan Siswa Miskin melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan yang ketiga adalah bansos Beras Sejahtera atau RASTRA. Seluruh bansos tersebut hanya diperuntukkan untuk keperluan non konsumtif, dimana nantinya semua jenis bansos hanya akan memanfaatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) - BRI.
Sementara itu, Sinergi atau kerjasama antara BRI dengan Kementerian Sosial RI bukan hanya kali ini saja, Bank BRI telah menjadi mitra perbankan Kementerian Sosial sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini. Beberapa program penyaluran Kementerian Sosial diantaranya, dari tahun 2007 s/d 2010, Bank BRI telah menyalurkan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) sebanyak +/- Rp. 1 Triliun dan pada tahun 2011 sampai dengan 2012, menyalurkan PKH +/- Rp. 835 M kepada ± 600 ribu KSM (Keluarga Sangat Miskin).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?
-
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun
-
PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)
-
Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media
-
Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah