Suara.com - Setelah mendaftar program pengampunan pajak, hari ini, pemilik maskapai Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengatakan harta kekayaan yang sudah direpatriasi dan dideklarasikan akan diinvestasikan untuk membeli pesawat baru.
"Ya sudah ada rencana, rencananya akan diivestasikan untuk membeli pesawat. Untuk modal kerja lagi kan," kata Chandra di gedung Kanwil Wajib Pajak Besar, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).
Chandra menambahkan dalam pendaftaran tax amnesty, dia melakukan repatriasi dan deklarasi untuk harta pribadi.
Namun, untuk repatriasi jumlahnya tidak begitu besar karena hanya digunakan untuk biaya dan persiapan pendidikan untuk anak.
"Saya dua-duanya, repatriasi dan deklarasi. Untuk saya sendiri. Saya tidak menyiapkan uang di luar negeri terlalu banyak karena saya cinta Indonesia," katanya.
Selain harta kekayaan, hari ini, Chandra juga mendeklarasikan aset yang berada di luar negeri. Namun, dia enggan menyebutkan jenis aset.
"Ya rahasia. Itu nanti saja lah. Pokoknya saya hari ini ikut tax amnesty yang pribadi. Minggu depan baru yang perusahaan (badan)," kata dia.
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan