Suara.com - Setelah mendaftar program pengampunan pajak, hari ini, pemilik maskapai Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengatakan harta kekayaan yang sudah direpatriasi dan dideklarasikan akan diinvestasikan untuk membeli pesawat baru.
"Ya sudah ada rencana, rencananya akan diivestasikan untuk membeli pesawat. Untuk modal kerja lagi kan," kata Chandra di gedung Kanwil Wajib Pajak Besar, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).
Chandra menambahkan dalam pendaftaran tax amnesty, dia melakukan repatriasi dan deklarasi untuk harta pribadi.
Namun, untuk repatriasi jumlahnya tidak begitu besar karena hanya digunakan untuk biaya dan persiapan pendidikan untuk anak.
"Saya dua-duanya, repatriasi dan deklarasi. Untuk saya sendiri. Saya tidak menyiapkan uang di luar negeri terlalu banyak karena saya cinta Indonesia," katanya.
Selain harta kekayaan, hari ini, Chandra juga mendeklarasikan aset yang berada di luar negeri. Namun, dia enggan menyebutkan jenis aset.
"Ya rahasia. Itu nanti saja lah. Pokoknya saya hari ini ikut tax amnesty yang pribadi. Minggu depan baru yang perusahaan (badan)," kata dia.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
IHSG Rebound Pagi Ini, 500 Saham Menghijau
-
Melimpah di Gudang, Mahal di Piring: Mengapa Harga Beras RI Begitu Mahal?
-
Taspen Bayarkan Klaim Bagi Korban Pesawat ATR
-
Bos GoTo: Kalau Mitra Enggak Sehat, Bisnis Enggak Tumbuh!
-
Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara
-
HSBC Indonesia Perluas Wilayah Wealth Center untuk Nasabah Kelas Atas
-
Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas