- RUPST BCA pada 12 Maret 2026 menetapkan dividen tunai Rp336 per saham, dibayar 8 April 2026.
- BCA meningkatkan rasio pembayaran dividen menjadi 72% dari laba bersih tahun buku 2025.
- Perusahaan berencana membagikan dividen interim hingga tiga kali setahun mulai tahun buku 2026.
Suara.com - Emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), resmi menetapkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.
Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026.
Berikut adalah deretan fakta penting terkait pembagian dividen dan performa keuangan BCA:
1. Jadwal Pembayaran Dividen Tunai
Para pemegang saham akan menerima kucuran dividen tepat setelah periode libur Idulfitri. Berikut adalah linimasa pentingnya:
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 27 Maret 2026.
Cum Dividen (Pasar Tunai & Recording Date): 31 Maret 2026.
Tanggal Pembayaran: 8 April 2026.
2. Nilai Dividen dan Rasio Pembayaran (DPR)
Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
BCA menunjukkan komitmen tinggi bagi pemegang saham dengan menaikkan Dividend Payout Ratio (DPR).
Total Dividen: Rp336 per lembar saham (Total Rp41,3 triliun).
Rasio Pembayaran: 72% dari laba bersih 2025 (meningkat dari 67,4% pada tahun sebelumnya).
Sisa yang Dibayarkan: Setelah dikurangi dividen interim (Rp55/saham) pada Desember 2025, pemegang saham akan menerima pelunasan sebesar Rp281 per saham.
3. Terobosan Baru: Rencana Dividen Interim 3 Kali Setahun
BCA berencana melakukan inovasi kebijakan mulai tahun buku 2026. Direksi memberikan sinyal untuk membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun atau dilakukan setiap kuartal.
Berita Terkait
-
IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000
-
IHSG Awal Pekan Dibayangi Geopolitik, Cermati Saham Energi di Tengah Wait and See
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia