Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memobilisasi jembatan darurat (bailey) ke lokasi jembatan Ciputrapinggan di wilayah Kabupaten Pangandaran atau ruas jalan Pangandaran – Banjar dan Jembatan Ketapang di wilayah Kabupaten Banjar, Jawa Barat.
“Kita langsung memobilisasi jembatan darurat sekarang sudah dijalan, diharapkan 2 hari kedepan sudah bisa normal lagi, lalu selanjutnya kita siapkan designing jembatan (baru) supaya sesuai dengan kondisi sungai saat ini,” tutur Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto (10/10/2016) di Jakarta.
Akibat dari intensitas hujan yang cukup tinggi dan derasnya aliran sungai terdapat kerusakan di Jembatan Ciputra Pinggan di ruas Pangandaran-Banjar lokasi KM. Bdg. 206.95. Kerusakan berupa penurunan ditengah, kerusakan tersebut diakibatkan pir penyangga jembatan mengalami penurunan/amblas atau bergeser.
Diketahui kejadian sekitar pkl 19.00 wib (9/10), kerusakan juga terjadi di Jembatan/Gorong2 Ketapang , lokasi Jl. Raya Banjar (Banjar) Km. Bdg. 145+950 diakibatkan tergerus aliran sungai, sehingga lalu lintas terputus total dan dialihkan ke arah kota Banjar. Disamping jembatan terdapat pipa PDAM yang juga rusak dihantam banjir yang membawa kayu-kayu sehingga tidak kuat menahan desakan air.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Bambang Hartadi mengatakan bahwa untuk penanganan selanjutnya akan dilaksanakan setelah proses identifikasi di lapangan.
“Besok pagi saya ke lokasi, rencananya kami harus lihat dulu disana, arusnya seperti apa, dalam penanganannya tidak bisa sembarangan atau nanti jembatannya tidak bertahan lama. Tapi memang kemungkinan (untuk Jembatan Ciputra Pinggan) karena ini harus cepat, nantinya akan kita pasang dengan Armco bergelombang, tergantung kondisi di lapangan,” tambah Bambang.
Sementara itu untuk longsor di ruas batas Jabar – Karang Pucung (KM 106+200 dan KM 104+700) saat ini sudah ditangani dan jalan sudah bisa dilalui dengan lancar. Petugas Ditjen Bina Marga sudah melakukan tindakan pembersihan longsoran dengan alat berat yaitu 2 unit excavator, 1 unit loader dan 9 unit dump truck.
“Untuk antisipasi jika terjadi longsor lagi maka kami standby kan dilapangan, 1 unit excavator dan 1 unit loader beserta beberapa petugas lapangan kami,” tambah Bambang.
Sementara itu banjir yang terjadi di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (9/10/2016) akibat luapan Sungai Cikaso yang melimpas dan mengakibatkan kerusakan tanggul di 2 titik sepanjang 40 m. Banjir juga mengakibatkan jalan rabat beton putus sepanjang 20 m.
Kepala Balai Wilayah Sungai Citanduy Agung Djuhartono dalam laporannya menyampaikan penanganan darurat sudah dilakukan dengan memasang karung plastik diluar tanggul sebagai tanggul darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS