PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana membangun pelabuhan penumpang di atas laut wilayah Kupang untuk membuat pelabuhan penumpang yang baru.
"Hal ini dilakukan karena lahan yang sudah kami siapkan di darat untuk membangun pelabuhan penumpang yang baru masih terkendala dengan masalah lahan," kata Direktur Utama PT. Pelindo III Orias Petrus Moedak kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/11/2016).
Pelindo III Cabang Kupang sendiri memang sudah mempunyai rencana untuk membuka sebuah pelabuhan terminal penumpang di wilayah sekitaran Goa Monyet, namun lahan masih ada sengketa sehingga rencana tersebut masih belum bisa terwujud.
Pembangunan terminal penumpang yang baru, menurutnya, bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat di NTT, khususnya yang sering menggunakan kapal laut sebagai moda transportasi. Di samping itu, pembangunan terminal penumpang baru diperlukan karena terminal penumpang di pelabuhan Tenau Kupang sudah sulit untuk diperluas mengingat sudah banyak kapal yang bersandar di sana.
"Langkah ini juga untuk mendorong peningkatan efisiensi biaya logistik, khususnya dalam pengiriman barang melalui moda transportasi laut sehingga diharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomian di kawasan timur Indonesia," tambahnya.
Alternatif pembangunan pelabuhan penumpang di tengah laut tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik jika lahan yang berada tidak jauh dari pelabuhan penumpang yang lama itu belum bisa dibangun pelabuhan yang baru.
"Lahan itukan masih punya orang, jadi daripada menunggu lahan itu beres lebih baik kita buat di laut saja. Toh yang jadi permasalahannyakan di darat, kalau di laut sudah pasti tidak akan diklaim," katanya.
Tetapi, menurutnya, untuk membangun pelabuhan di tengah laut akan membutuhkan biaya yang akan sangat mahal. (Antara)
Berita Terkait
-
Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia
-
Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat
-
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik
-
Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun
-
Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah