Sektor infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu tingkat daya saing nasional. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Infrastructure Week Tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/11/2016).
"Problem besar kita dalam daya saing adalah urusan dengan korupsi, kedua inefisiensi birokrasi, dan ketiga berkaitan dengan infrastruktur. Infrastruktur ini terus kita kejar. Saya sudah sampaikan Menteri PU saya nggak mau bekerja satu shift, tapi maunya tiga shift karena sudah tertinggal jauh," kata Presiden.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan akan membuka peluang seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Presiden mengakui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa mencukupi kebutuhan biaya infrastruktur selama lima tahun yang mencapai R5.000 triliun.
"Saya sudah tugaskan Bappenas untuk pembiayaan infrastruktur dari non APBN. Mendorong peran swasta pertama, mendorong dana pensiun dan dana yang lain sehingga semuanya tidak tergantung pada yang namanya APBN," ujar Presiden.
Di depan sekitar ratusan investor yang hadir dalam acara tersebut, Presiden menawarkan tiga skema berinvestasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Yang pertama adalah skema sekuritisasi, yaitu menjual aset kepada swasta untuk mendapatkan suntikan modal kembali untuk membangun infrastruktur yang lain.
"Saya sudah sampaikan ke Jasamarga, Wijaya Karya, Waskita Karya yang memiliki jalan tol, tugasmu adalah membangun jalan tol sebanyak-banyaknya, bukan memiliki jalan tol sehingga yang sudah ground field mulai dilepas supaya dapat modal lagi untuk membangun ditempat yang lain. Kalau dimiliki ya sebulan berapa kantongin, nggak bangun apa-apa. Ini bertahun-tahun kita seperti itu. Sehingga menswastakan, mensekuritisasi itu yang ingin kita lakukan," ucap Presiden.
Kemudian skema yang kedua adalah skema konsesi, yaitu pengelolaan aset infrastruktur umum oleh swasta. Presiden telah membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk masuk ke pembangunan infrastruktur umum seperti bandar udara dan pelabuhan.
"Silakan yang mau masuk, baik yang berupa pelabuhan berupa airport. Silakan, skema seperti ini yang akan terus kita kembangkan. Beberapa pelabuhan sudah dilepas Kementerian Perhubungan untuk ditawarkan, peluang seperti ini yang terus kita tawarkan karena APBN tidak cukup untuk membangun infrastruktur yang ada di negara kita," imbuh Presiden.
Langkah ketiga, menurut Presiden, adalah pembangunan infrastruktur pendukung. Presiden mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur dengan skala besar saja, namun juga di skala menengah dan kecil.
"Orang hanya melihat yang besar-besar, padahal menengah dan kecil banyak peluang yang bisa dimasuki. Begitu ada proyek besar pasti ada restoran yang masuk, hotel bintang tiga akan muncul. Hal seperti ini yang tidak dilihat. Ini peluang yang bisa diambil sehingga kecepatan kita dalam membangun infrastruktur bisa kita lakukan," kata Presiden.
Komitmen Penindakan Tindak Korupsi dan Peningkatan Efisiensi Birokrasi
Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga sempat menyinggung faktor korupsi dan inefisiensi birokrasi yang turut berpengaruh terhadap daya saing bangsa. Presiden menegaskan akan terus melakukan pemberantasan tindak korupsi dan reformasi birokrasi.
"Korupsi yang gede-gede sudah dikerjakan KPK, yang kecil-kecil yang meresahkan, yang menjengkelkan yang berkaitan dengan pungli akan terus secara konsisten akan dikerjakan. Sehingga ekonomi biaya tinggi dapat betul-betul kita potong. Tanpa itu jangan berharap daya saing akan naik," tegas Presiden.
Namun, Presiden meyakini bahwa tidak semua pekerjaan rumah tersebut dapat diselesaikan secara bersamaan. Presiden mengatakan akan fokus terlebih dahulu terhadap pembangunan infrastruktur, kemudian ke masalah inefisiensi birokrasi dan korupsi.
"Fokus di infrastruktur dulu, nanti babak kedua fokus di apa, jangan semua dikerjakan, nggak akan kelihatan hasilnya. Kita lihat 2018 hasil jalan tol seperti apa, pelabuhan, airport, pembangkit listrik akan kelihatan. Dan itulah daya saing kita akan kelihatan karena semuanya dalam proses menuju jadi," ujar Presiden menambahkan.
Berita Terkait
-
Hari Pahlawan, Jokowi Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata
-
Presiden Jokowi Ingatkan Persaingan Global yang Semakin Sengit
-
Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia
-
Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri
-
Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!