Forum Dialog HIPMI bertajuk “Roadmap e-comerce Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). [Dok HIPMI]
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Bahlil Lahadalia menyampaikan, e-commerce merupakan salah satu trend bisnis yang tengah berkembang di Indonesia. E-commerce bahkan sudah menembus sendi-sendi infrastruktur fisik. Meski demikian, Bahlil melihat masih ada beberapa kendala dalam menjalankan bisnis digital ini. Salah satunya adalah masalah pembiayaan atau pinjaman dari perbankan.
“E-commerce merupakan salah satu trend bisnis yang mampu menembus sendi-sendi infrastruktur yang fisik. Bahkan perlahan bisa menggeser swalayan, atau toko-toko offline. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat masalah yang dirasakan oleh pelaku bisnis e-commerce. Yaitu masalah pembiayaan atau permodalan dari perbankan,” ujar Bahlil saat membuka Forum Dialog HIPMI bertajuk “Roadmap e-comerce Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan di Menara Bidakara 2 Jakarta, Kamis, (10/11/2016).
Sebagai organisasi kewirausahaan tertua di Indonesia, Bahlil menegaskan bahwa HIPMI konsisten untuk mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengembangkan bisnis pengusaha pemula.
“HIPMI sebagai satu-satunya organisasi kewirausahaaan tertua di Indonesia berjuang mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengembangkan bisnis pengusaha pemula di dalam negeri,” ujar Bahlil
Merespons pernyataan Bahlil, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan saat ini pemerintah tengah mengkaji road map e-commerce atau peta jalan e-commere untuk mengatasi problematika pengusaha startup dan digital saat ini.
Rudiantara menyebutkan pokok masalah yang menghambat perkembangan e-commerce di Indonesia antara lain, pendidikan dan Sumber Daya Manusia, pendanaan, perpajakan, cyber security, infrastruktur, logistik, dan pedoman strategis.
“Dari masalah-masalah tersebut maka Kemenkominfo membuat sebuah peta solusi. Setidaknya terdapat 30 kebijakan pemerintah untuk menunjang e-commerce. Pemerintah menargetkan e-commerce bisa memperoleh 310 miliar dollar sampai pertengahan 2018,” ujar Rudiantara.
Konsep road map e-commerce ini, dikatakan Rudiantara, mengadopsi dari cara negara Cina (Tiongkok) yang sudah lebih dulu membuat konsep ini pada tahun 2014. Dan cara ini terbukti ampuh mendongkrak daya saing ekonomi Tiongkok dalam bisnis digital.
“Tiongkok sudah berhasil mengaplikasikan roadmap e-commerce ini. Terbukti, pada tahun 2014 bisnis e-commerce Tiongkok mencapai 453 milliar dollar Amerika,” pungkas Rudi.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP