Direktur Pelindo II Elvyn Masassya mengungkapkan, pemerintah tengah menyusun strategi untuk memangkas ongkos logistik di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Saat ini biaya logistik dalam negeri mencapai 17 persen dari biaya operasional usaha. Angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura sebesar 6 persen, dan Filipina 7 persen. Indonesia bahkan menduduki peringkat ke 4 di kawasan ASEAN.
Menyikapi hal ini, pemerintah melakukan konsep kolaborasi atau “work integrated” untuk memangkas ongkos logistik sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.
“Berbagai BUMN yang melakukan aktivitas logistik menyiasati agar ongkos logistik kita bisa lebih rendah, dan daya saing kita bisa lebih baik, salah satunya terkait dengan pelabuhan. Dimana kedepannya, setiap logistik dalam supply chain tidak berjalan sendiri melainkan melakukan kolaborasi dengan sistem lain dalam pelabuhan atau ‘work integrated’ untuk menjalankan kolaborasi dengan shipping line, dengan aktifitas di pelabuhan, dan transportasi," ujar Elvyn yang mewakili menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara Forum Dialog HIPMI, di Menara Bidakara, Jakarta, Rabu, (9/11/2016).
Berbicara mengenai logistik, tidak hanya melibatkan aspek laut tapi juga aspek darat. Untuk itu, Elvyn mengatakan infrastruktur darat perlu dikembangkan. Dan untuk mempercepat sinkoronisasi itu, BUMN akan membangun dua holding center yakni, holding pangan, dan holding maritim. Ia meyakini dengan kedua holding center ini, ongkos logistik dapat lebih murah. “Sinkronisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dengan mendirikan holding center yaitu holding pangan dan holding maritim. Dengan cara ini ongkos transportasi dapat lebih murah,” kata Elvyn.
Lebih lanjut Elvyn mengatakan dirinya mendukung upaya yang dilakukan HIPMI untuk mengatasi masalah biaya logistik di Indonesia.
“Saya mewakili BUMN mendukung penuh langkah- langkah yang dilakukan HIPMI dan masukan-masukan untuk mengatasi masalah cost logistic di Indonesia, pungkasnya.
Ketua BPP HIPMI Bidang Perdagangan, Perindustriandan dan BUMN, Ian Dafy Fachri menyambut baik sinergi antara BUMN dengan pengusaha.
"Prinsipnya kita terus jajaki peluang bagaimana sinergi yang bisa kita terus bangun. Kami harapkan ke depannya ada hubungan kerjasama yang memang bisa terus dijalin bukan hanya dari Pelindo saja tapi dengan BUMN lainnya," tutup Ian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing