Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku kecewa terhadap kinerja PT Jasa Marga Tbk, khususnya terkait dengan kejadian banjir di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500 pada Minggu (13/11).
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto menjawab pers di sela "Dialog Nasional Penyelamatan Hutan, Tanah, dan Air" di Jakarta, Senin, mengaku kekecewaan itu karena baru sebulan lalu tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek naik dan seharusnya pelayanan bisa ditingkatkan.
Arie juga mengaku pihaknya sudah mengetahui penyebab terjadinya banjir tersebut, yaitu terkait buruknya sistem drainase, khususnya di kawasan Delta Mas Cikarang Utama.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso untuk segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar peristiwa banjir itu tidak terulang lagi," katanya.
Namun demikian, Arie meminta agar pihak terkait, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Puradelta Lestari Tbk, tidak saling lempar tanggung jawab dan harus segera mencari solusi agar masalah itu tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Yang bisa saya janjikan ini bisa segera kami tangani, nggak usah lempar tanggung jawab. Nggak usah ini tanggung jawab siapa-siapa," kata Arie.
Dia menyebut kejadian banjir yang kedua itu cukup memalukan, meski faktor utama banjir bukan karena kondisi tol, melainkan disebabkan di luar dari konstruksi tol.
"Jangan sampai itu terjadi lagi, malu juga kan. Bukan mengelak, tapi banjirnya kan bukan dari jalan tolnya, tapi dari luar jalan tol, tapi itu jadi konsen kami," katanya.
Arie menambahkan, selain di tol Jakarta Cikampek, masih ada kemungkinan banjir besar terjadi di tol Gede Bage Bandung Jawa Barat. Di "Ruas ini saluran drainase kotanya cukup buruk sehingga bisa memicu terjadi luapan banjir saat hujan tiba," katanya.
Dikonfirmasi di tempat yang sama, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santosa menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak pengembang PT Puradelta Lestari Tbk untuk segera memenuhi kewajibannya memperbaiki drainase dan lainnya.
Hal itu diperlukan agar banjir di tol itu tidak terjadi lagi.
Selain memperbaiki drainase, PUPR bersama dengan pihak terkait akan memperlebar sungai di sekitar kawasan tersebut.
"Salah satu upaya adalah membuat saluran drainase. Kami (juga) akan perlebar sungainya kira-kira 60-70 persen. Dananya dari pengembang, PUPR tidak keluarin, itu kan tanggung jawab mereka," tegasnya.
Pengembang didesak Dihubungi terpisah, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru membenarkan bahwa genangan air setinggi lebih dari 30 cm di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500 pada hari Minggu (13/11) merupakan kejadian kedua kalinya.
"Sebelumnya, banjir pada 14 Februari 2016. Pengguna jalan tol juga dapat melintas di jalan tol. Terjadinya genangan air tersebut diakibatkan melimpahnya air dari Kawasan Delta Mas," katanya.
Saat itu, kata Heru, pegembang sepakat akan melakukan perbaikan sistem drainase lingkungan kawasan agar kejadian tersebut tidak terulang dan berdampak terhadap lalu lintas jalan tol maupun kerusakan perkerasan jalan tol.
Kesepakatannya ialah pengembang menambah kapasitas tampungan Situ Alamsari dari semula luasnya 4 Ha menjadi 9 Ha, membuat saluran permanen dari Situ Alamsari ke arah Sungai Cibeet di sisi timur Km 41 Jalan Tol Japek dengan catatan jika saluran permanen belum dapat dilaksanakan maka pengembang akan membuat saluran sementara untuk mencegah naiknya air di Situ Alamsari dan Situ Rawa Binong, dan terakhir normalisasi Situ Rawa Binong.
"Sampai dengan saat ini mereka baru menyelesaikan perluasan Situ Alam Sari menjadi 9 Ha saja dan belum menyelesaikan sodetan ke Kali Cibeet secara permanen maupun sementara (temporary), serta normalisasi Situ Rawa Binong," kata Heru. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa