Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Peraturan Menteri ESDM yang mengatur tentang izin swasta untuk membangun pembangkit, jaringan, dan menjual listrik secara langsung kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Hal ini bertujuan untuk membantu pemerintah menyalurkan listrik ke berbagai wilayah di Indonesia yang belum bisa menikmati listrik.
"Kalau hanya dibebankan ke PLN, nggak akan selesai masalah listrik. Karena cakupannya terlalu besar. Nantinya swasta boleh jual listrik langsung ke masyarakat. Ini untuk wilayah-wilayah yang belum bisa dijangkau PLN. Kalau PLN belum sempat, ya ditawarkan ke swasta," kata Jonan dalam acara DBS Asian Insight Conference 2016, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).
Kendati demikian, pihaknya mengaku akan tetap melakukan pengawasan dan intervensi kepada swasta agar nantinya harga jual listrik swasta tidak dipatok terlalu tinggi kepada masyarakat.
"Jadi tarifnya itu sesuai dengan persetujuan pemerintah. Agar tarifnya ini nanti tidak menjadi beban di masyarakat," katanya.
Selain itu, lanjut Jonan, pihaknya juga memberikan kesempatan bagi investor yang ingin berinvestasi. Untuk meyakinkan investor, Jonan mengaku biaya investasi di sektor kelistrikan pun tidak terlalu besar.
"Investasi nggak besar, kira-kira untuk 0,1 megawatt itu cuma 200 ribu dolar AS. Dan, kita harapkan nanti bisa mengaliri listrik yang sederhana untuk satu kecamatan. Silakan kalau minat, datang ke saya, saya akan berikan izin," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi