Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan masyarakat jangan diberi informasi yang keliru tentang negara Cina, One Belt One Road (OBOR). Menurutnya, Indonesia bisa saja memperoleh manfaat ekonomi dari program OBOR yang digalakkan oleh pemerintah Cina.
"Bisnis itu kan nggak mengenal invasi, jangan rakyat diberikan informasi yang keliru,"ujarnya kepada wartawan disela kegiatan Rakornas Maritim di TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Seperti diketahui Cina saat ini sedang gencar melaiukan kerjasama dengan negara-negara di Asia untuk menjalin jaringan di wilayah ini yang betujuan untuk membangun jalur sutra.
"One Belt One Road ini Cina memberikan dana proyek beberapa negara seperti ke Pakistan sebesar 47 miliar dolar, Malaysia 27 miliar dollar dan ke Filipina 24 miliar dolar, nah ke Indonesia belum ada. Banyak yang sudah ribut kita digelontorkan uang oleh Cina dan segala macam. Kami berpikir kenapa kita tidak seperti itu juga. Bentuknya bisa kerjasama proyek, tetapi proyek tersebut tetap milik kita, mereka bisa mengelola beberapa tahun. Cina juga akan membeli saham Saudi Aramco hampir sebesar 80 miliar dolar," tambah Luhut.
CIna menaruh dana besar di Asia untuk beragam proyek infrastruktur maritim dalam program ini. Dengan rute daratnya yang melalui Eurasia, sehingga proyek ini dinamakan “One Belt One Road"
"Pakistan dan Malaysia itu negara-negara dengan jumlah penduduknya terbanyak beragam Islam, tapi disana tidak ada yang ribut," kata Menko Luhut.
Menko Luhut mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan sektor mana saja yang cocok untuk Investasi negara tersebut jika akhirnya Indonesia ikut OBOR ini.
"Kita mau coba buat outer ringroad Bali dengan lapangan terbangnya, kita minta dia investasi. Tenaga kerja dari sana tidak apa-apa tapi dalam jangka waktu tertentu jumlah tenaga kerja nya dikurangi. Pakistan dan Malaysia negara-negara Islam tapi disana tidak ribut," kata Menko Luhut.
Baca Juga: Luhut: Indonesia Terima 20 Miliar Dolar AS dari Turis di 2019
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah