Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo melakukan video conference dengan para kepolisian daerah diseluruh Indonesia. Video conference juga dilakukan dengan para pemimpin cabang Bank Indonesia yang ada di setiap provinsi.
"Ada beberapa hal yang kami bahas dalam video conference ini. Pertama adalah masalah pengelolaan uang rupiah. Khususnya kasus pemalsuan uang rupiah. Jadi sudah ada beberapa kasus yang diungkap dan kemudian sudah ditangkap pelaku - pelakunya," kata Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).
Tito menyebut Polri telah mengungkap sebanyak 111 kasus dalam peredaran uang palsu.
" Ada 111 kasus di tahun 2016, dengan tersangka sebanyak 246 orang. Pak gubernur juga harapkan, kami optimalkan pengungkapan kasus - kasus ini supaya tidak ada uang rupiah palsu yang beredar di Indonesia," ujar Tito.
"Kemudian juga kami akan melakukan press rilis bersama setiap ada pengungkapan pemalsuan uang rupiah," Tito menambahkan.
Selanjutnya dalam video conference juga membahas mengenai kewajiban penggunaan uang rupiah yang harus diterapkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ini ada Undang - Undangnya dan ini menyangkut kedaulatan uang rupiah. Ada beberapa polda yang sudah melakukan gebrakan. Polda Kepulauan Riau, Polda Bali, kami tentunya berharap uang rupiah di dalam wilayah Indonesia berlaku uang rupiah, jangan berlaku uang asing sebagai mata uang transaksinya ini," ujar Tito.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Kegiatan Ekonomi, BI Gandeng Polri
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau