Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku lega dan senang ketika bulan Ramadhan melihat ibu-ibu rumah tangga bisa tersenyum. Hal tersebut lantaran harga kebutuhan bahan pangan yang bisa terkendali pada bulan tersebut.
"Masa-masa yang tidak normal telah kita lalui dan ibu-ibu sudah bisa tersenyum kemarin," kata Enggar saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).
Enggar juga mengapresiasi semua pihak yang telah bekerjasama dengan giat untuk mengendalikan harga pangan pada momen idul fitri. Pasalnya, tanpa kerjasama yang kuat antara satu dengan yang lainnya, maka apa yang telah ditargetkan tidak akan tercapai.
"Sekali lagi ini (harga pangan terkendali) kerja keras semua. Kerja sama dari seluruh kementerian lembaga. Baik dari Kementerian Pertanian yang mampu memproduksi. Kemudian dari Kepolisian, KPPU, dan Bulog," ujarnya.
Selain itu, lanjut Enggar, terkendalinya harga bahan kebutuhan pangan ini berkat komitmen dunia usaha untuk menjaga agar harga pangan tetap stabil. Sehingga, Enggar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan pemerintah.
"Saya juga berterima kasih pada dunia usaha kita, yang walaupun di awal berat sekali, saya sadar betul itu untuk mencapai kesepakatan. Tapi setelah kita berjalan, saya bertemu pimpinan asosiasi dengan para pengusaha mereka pun lega. Mereka juga merasa telah berbuat sesuatu bagi masyarakat secara keseluruhan, terima kasih," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog