Bakal calon Gubernur Jawa Barat Agung Suryamal mengatakan Indonesia akan diterpa bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif dalam rentang usia 15 hingga 64 tahun lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.
Jawa Barat sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara, kata Agung memiliki tingkat bonus demografi tertinggi dibandingkan dengan berbagai provinsi lainnya yakni berada pada rasio 100 dibanding 49. Diperkirakan era bonus demografi di Jawa Barat akan mencapai puncaknya dalam waktu yang lebih cepat, di tahun 2030 mendatang.
“Bonus demografi merupakan potensi, peluang, sekaligus tantangan. Pemuda- pemudi Jawa Barat harus produktif jangan hanya melamun pasalnya jika kondisi ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin yang terjadi justru kerugian,” kata Agung di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/7/2017).
Lebih lanjut Ketua Umum KADIN Jawa Barat ini menyatakan dirinya akan meningkatkan program- program pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja dalam rangka menghadapi era bonus demografi.
“Insya Allah bila diamanahi memimpin Jawa Barat, saya sudah siapkan program- program unggulan dalam menghadapi era bonus demografi. Program ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.
Sedangkan di sektor pariwisata, Agung mengatakan Jawa Barat memiliki destinasi wisata yang sangat banyak namun sayangnya sekitar 60 persen infrastruktur destinasi wisata di Jawa Barat belum dibangun dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah