Suara.com - Zaman sekarang hampir semua orang sepertinya memiliki utang. Mulai dari utang kartu kredit, kredit pemilikan rumah, sampai utang untuk membeli peralatan dapur.
Bila Anda tidak memiliki utang, berbahagialah. Itu artinya Anda tidak memiliki tanggungan yang harus Anda bayarkan dengan disiplin.
Tapi, bila kini Anda masih menanggung beban utang, jangan pula bersedih. Memiliki utang sebenarnya bukan hal terlarang selama utang dilakukan dengan memperhatikan kondisi finansial. Misalnya, maksimal beban cicilan utang adalah 30% dari total pendapatan rutin, utang kartu kredit dibayar lunas, hanya berutang untuk keperluan produktif, dan sebagainya.
Bahkan, utang bisa menjadi salah satu strategi mudah mendongkrak nilai aset. Contohnya, seperti KPR. Walau Anda membeli rumah dengan cara mencicil, tapi nilai rumah yang Anda beli secara kredit itu terus meningkat.
Akan tetapi, bila saat ini Anda tengah menanggung utang dan merasa tidak nyaman dengan hal itu, lantas berencana membebaskan diri dari utang, Anda bisa menerapkan strategi dari HaloMoney.co.id sebagai berikut:
1.Pilih utang terburuk
Di antara banyak utang yang Anda miliki, pilih utang yang paling mendesak untuk dilunasi dan utang yang biayanya paling mahal. Selesaikan kelompok utang ini terlebih dulu. Baru beranjak ke utang lain yang kualitasnya lebih baik.
2.Ketahui dulu sisa utang
Bila Anda hendak menutup utang, pastikan Anda mengetahui terlebih dulu berapa sisa utang yang Anda tanggung. Pasalnya, hitungan Anda dan bank bisa jadi berbeda, lho. Sebagai contoh KPR.
Bank penyedia KPR umumnya menerapkan rumus bunga anuitas di mana pembayaran cicilan di awal masa tenor akan lebih banyak dibayarkan untuk bunga. Istilahnya, bunga di bayar di depan. Dus, jangan kaget apabila setelah cicilan berjalan katakanlah 5 tahun, ternyata pokok utang KPR Anda masih besar. Ini karena pembayaran cicilan selama ini seperti piramida terbalik di mana porsi bunga lebih besar.
Hal serupa juga berlaku untuk jenis utang lain seperti Kredit Tanpa Agunan. KTA menerapkan hitungan bunga flat. Kebanyakan penyedia KTA membebankan penalty bila nasabah melunasi pinjaman lebih awal. Besar denda beragam mulai 1% sampai 6% dari sisa utang.
3. Sumber dana membayar utang
Ingin menyelesaikan utang supaya tidak punya utang lagi adalah hal baik. Pastikan Anda memang sudah menyiapkan sumber dana yang tepat untuk menyelesaikan utang-utang tersebut.
Misalnya, memanfaatkan uang bonus tahunan untuk menutup utang KTA, memanfaatkan hasil penjualan aset besar untuk menyelesaikan utang KPR, dan lain sebagainya. Bisa juga dengan cara over kredit KPR dan cara-cara lain yang sesuai dengan kondisi finansial Anda.
Bagaimana bila hendak membayar utang dengan utang lain yang biayanya lebih murah? Misalnya, hendak menyelesaikan utang kartu kredit yang bunganya mahal memakai pinjaman tanpa agunan dengan bunga lebih murah. Cara ini dinamakan refinancing.
Perlu kehati-hatian bila hendak menutup utang lama dengan utang baru. Konsultasikan dulu dengan penasihat keuangan Anda supaya cara ini tidak melahirkan masalah finansial lanjutan.
Baca juga artikel Halomoney lainnya:
Atur Arus Kas Bulanan lewat Kartu Kredit Cicilan 0% yang Syaratnya Mudah
11 Inspirasi Kerja Sampingan dengan Penghasilan Lumayan
| Published by halomoney.co.id |
Berita Terkait
-
Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!
-
Bom Waktu Kurs Rp17.900: Mengintip Jebakan Utang Negara yang Membengkak
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Paylater dan Normalisasi Utang Kecil-Kecil: Kebiasaan Baru Generasi Digital?
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman