Saingan berat Matahari Department Store kala itu datang dari Wal-Mart, sebuah perusahaan ritel yang berasal dari Amerika. Namun di Indonesia, perusahaan ini berada berada dibawah kendali Lippo Group yang saat itu hinga kini dipimpin oleh James Riady seorang bankir muda anak yang merupakan dari Mochtar Riady.
Wal-Mart yang ketika itu dikendalikan oleh James Riady bersaing ketat head-to-head dengan Matahari Department Store milik Hari Darmawan di sejumlah mal. Demi membendung serangan para pesaingnya, Hari Darmawan membuka Mega Matahari (Mega M). Perusahaan Matahari Department Store milik Hari Darmawan tumbuh pesat meninggalkan para pesainnya dengan berhasil meraup omset senilai Rp2 triliun. Matahari pada masa itu dan dianggap sebagai perusahaan ritel terbesar di Indonesia.
Matahari Department Store Dijual ke Lippo Group
Pada tahun 1996 saat Matahari Department Store berada di puncak kejayaan bisnis, muncul kabar yang sangat mengejutkan. Hari Darmawan diberitakan setuju menjual sebagian besar saham Matahari Department Store ke James Riady melalui Lippo Group. Tak ada penjelasan resmi yang pasti. Namun diduga Hari Darmawan mengambil pilihan ini karena terlilit utang kepada Lippo Group yang hampir mencapai Rp1 triliun rupiah.
Walau sudah dicaplok Lippo Group, Hari Darmawan masih menjadi Presiden Direktur Matahari Department Store hingga tahun 2001.
Awan hitam akhirnya menghantam bisnis ritel di Indonesia, termasuk Matahari. Pada tahun 1998, krisi ekonomi yang parah menghantam Indonesia. Krisi ini juga menyulut kerusuhan sosial dan politik yang menyeret kejatuhan Presiden Soeharto.
Pada masa itu, banyak mal serta pusat perbelanjaan dibakar dan Indonesia betul - betul mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Bisnis ritel nasional akhirnya mengalami anjlok yang luar biasa. Banyak perusahaan ritel yang tutup serta banyak pengusaha ataupun konglomerat bangkrut kala itu.
Sejak saat itu Hari Darmawan kemudian membentuk perusahan baru yang kemudian bergerak di banyak sektor yaitu fashion, pendidikan, swalayan dan gaya hidup namun banyak perusahaanya yang gagal berkembang. Setelah melepaskan jaringan ritel Matahari, Hari Darmawan akhirnya memilih tinggal di kawasan Cisarua, Bogor. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) itu lebih memilih menjadi sosial enterprenuer. Ia lebih berfokus ke bidang sosial dan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Hari Darmawan akhirnya wafat pada Sabtu kemarin, (10/3/2018). Ia sempat dinyatakan hilang kemudian jasadnya ditemukan meninggal di aliran sungai Ciliwung di wilayah Bogor.
Berita Terkait
-
Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana
-
Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung
-
Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal