- Rupiah menguat tipis ke Rp 16.882 per dolar AS seiring harapan damai di Timur Tengah.
- Intervensi BI bantu tahan pelemahan rupiah, meski ada tekanan dari penurunan rating Fitch.
- Mata uang Asia mayoritas menguat; Peso Filipina memimpin, Rupiah naik 0,06%.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya menunjukkan taringnya pada pembukaan perdagangan pagi ini. Setelah sempat tertekan sejak awal pekan, mata uang Garuda kini bergerak menguat tipis.
Melansir data Bloomberg, Rabu (4/3/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.882 per dolar AS. Posisi ini menguat 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang nangkring di level Rp 16.892. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dipatok di level Rp 16.911 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa napas lega rupiah didorong oleh meredanya tensi geopolitik. Kabar bahwa Iran memberikan sinyal untuk kembali ke meja perundingan memicu harapan de-eskalasi perang di Timur Tengah.
"Rupiah diharapkan menguat terhadap dolar AS oleh sentimen yang membaik menyusul berita bahwa Iran mensinyalkan niat untuk kembali berunding," ujar Lukman.
Selain faktor eksternal, penguatan ini juga dipicu oleh langkah "jaga gawang" yang dilakukan otoritas moneter. Namun, Lukman mengingatkan adanya risiko dari penurunan rating kredit oleh lembaga Fitch yang bisa membatasi penguatan rupiah.
Mata uang Garuda pun diperkirakan bergerak di rentang Rp 16.850 - Rp 16.950 per dolar AS.
Rupiah tidak sendirian. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau menghijau melawan Greenback:
- Peso Filipina: +0,26% (Pimpin penguatan)
- Yen Jepang: +0,19%
- Ringgit Malaysia: +0,14%
- Yuan China: +0,14%
- Baht Thailand: +0,05%
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau masih perkasa di level 98,80, naik tipis dari posisi sebelumnya di 98,76. Kondisi ini membuat beberapa mata uang seperti Won Korea dan Dolar Singapura masih terjebak di zona merah.
Baca Juga: Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
7 Cara Ampuh Menghilangkan Luka Bekas Knalpot, Jangan Tunggu sampai Menghitam
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara