Suara.com - Bank Indonesia mencatat hingga saat ini ada 49 bank sudah terkoneksi dengan dua lembaga switching (pemroses transaksi pembayaran). Adapun 60 bank tercatat sudah terkoneksi ke satu switching.
Arahan agar perbankan terkoneksi dengan dua lembaga switching ini merupakan salah satu program Gerbang Pembayaran Nasional.
“Nanti Juli 2018 semua bank sudah terkoneksi dengan lembaga switching, sekarang masih dalam proses finalisasi,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Sampai saat ini, terdapat empat lembaga switching yang telah mendapatkan izin BI, antara lain PT. Jalin Nusantara, PT. Artajasa Pembayaran Elektronis, PT. Rintis Sejahtera (PRIMA), dan PT. Daya Network Lestari (Alto).
Menurut Sugeng, aturan koneksi perbankan dengan dua lembaga switching ini sudah lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga yang hanya terkoneksi dengan satu lembaga switching.
“Contoh Thailand, disana aturannya hanya satu lembaga switching, jatuhnya seram. Kalau Indonesia minimal 2 jadi lebih aman dalam bertransaksi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi