Bisnis / Makro
Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di acara GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026). [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih khawatir terhadap kinerja industri otomotif nasional pada Juni 2026.
  • Data GAIKINDO pada Juni 2026 menunjukkan penjualan mobil meningkat 32,9 persen dan motor naik 1,1 persen secara tahunan.
  • Pemerintah menilai penguatan indikator ekonomi domestik lainnya membuktikan bahwa fondasi perekonomian Indonesia saat ini tetap kuat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku masih deg-degan dengan kinerja industri otomotif Indonesia per Juni 2026.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per Juni 2026, Menkeu Purbaya memaparkan kalau penjualan mobil naik 32,9 persen tahunan (year on year/yoy). Sedangkan penjualan motor tumbuh 1,1 persen yoy.

"Even dengan angka 32,9 dan ini di 1,1 motor ini, saya masih deg-degan. Karena saya inginnya trennya tumbuh terus," katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, dikutip Rabu (5/8/2026).

Purbaya mengakui kalau industri otomotif sempat menunjukkan pertumbuhan signifikan. Per Maret 2026, penjualan mobil naik sekitar 52 persen yoy.

Begitu pula dengan penjualan motor yang sempat naik di Maret 2026. Namun penjualan mobil dan motor sempat turun di April hingga Mei 2026, meskipun mulai naik tipis per Juni 2026.

Selain pertumbuhan penjualan industri otomotif, aktivitas ekonomi domestik juga menunjukkan penguatan yang tercermin dari berbagai indikator lainnya.

Penjualan semen domestik pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen (yoy), konsumsi listrik meningkat 10,8 persen (yoy), dengan pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10,0 persen, dan sektor industri 6,5 persen.

Sementara itu, indeks konsumsi ritel terus meningkat hingga mencapai 123,3, yang diklaim Purbaya menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga.

Menurut Menkeu, berbagai indikator tersebut memberikan keyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: 10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

Load More