- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keluh kesahnya kepada IMF dan World Bank di Amerika Serikat pada April lalu.
- Pemerintah menghadapi berbagai tantangan berat meliputi demonstrasi besar, kritik rating ekonomi lembaga asing, serta konflik global Amerika Serikat dan Iran.
- Di tengah ketidakpastian tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan pertama dan ditargetkan mencapai sekitar 6 persen pada semester kedua.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat curhat ke International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, Menkeu Purbaya mengaku ke lembaga asing tersebut bahwa dirinya adalah menteri paling apes di dunia.
"Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan World Bank pada April lalu, saya mengatakan bahwa saya adalah menteri yang paling tidak beruntung di dunia," katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Saat pertama kali dilantik sebagai Menteri Keuangan, Purbaya bercerita kalau itu terjadi lantaran adanya demo besar pada akhir Agustus 2025 lalu. Setelah demo stabil, Pemerintah justru menghadapi kritik baru soal penilaian (rating) ekonomi RI dari lembaga asing.
Kritik bertubi itu datang mulai dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), Fitch Ratings, hingga Moody's. Belum selesai di situ, terjadi perang antara Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.
"Setelah itu, mereka tidak menyukai saya," lanjut dia.
Kendati begitu, Purbaya mengklaim kalau dirinya berhasil menjalankan kebijakan fiskal dengan baik. Dengan kondisi ekonomi dan politik yang tak menentu, pertumbuhan ekonomi RI bisa naik hingga lebih dari 5 persen, tepatnya 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
Namun ia menilai kalau capaian itu belum memuaskan ekonom. Makanya ia berambisi bakal membuktikan ke para pakar kalau prediksi mereka salah.
Untuk triwulan pertama 2026, Purbaya mengakui kalau pertumbuhan ekonomi RI membaik. Namun di triwulan kedua nanti, ia memprediksi pertumbuhan bakal melambat.
Baca Juga: DPR Mulai Terlibat, Purbaya Ungkap Nasib Independensi BI di UU P2SK Terbaru
"Namun saya akan memastikan pada semester kedua setengah tahun ini, ekonomi kami bisa berkembang dekat hingga sekitar 6 persen. Saya akan melakukan segalanya di pasar, setiap kebijakan dari sisi fiskal dan pemerintah untuk memastikan ekonomi domestik bisa berkembang dengan potensinya," jelas Purbaya.
Berita Terkait
-
DPR Mulai Terlibat, Purbaya Ungkap Nasib Independensi BI di UU P2SK Terbaru
-
Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!
-
Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Purbaya Tunggu Restu Prabowo soal Nasib Sisa Anggaran DBH Rp 70 T ke Pemda
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia
-
Krim Malam Bagusnya Dipakai Jam Berapa? Ini Panduan Memilih Produk Sesuai Jenis Kulit
-
Bedak Marcks Warna Pink Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Fungsinya sebelum Membeli
-
Industri Fesyen Sumbang PDB RI Rp 120,13 Triliun di Triwulan I 2026
-
Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru
-
Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif