Suara.com - Perusahaan kopi terbesar di dunia asal Amerika Serikat, Starbucks, akan menghentikan penggunaan sedotan plastik di 28.000 gerainya yang tersebar di dunia.
Dikutip dari Time.com, Starbucks menjadi perusahaan makanan dan minuman pertama di dunia yang melakukan kebijakan pro kelestarian laut tersebut.
Pihak Starbucks mengatakan, bahwa pihaknya telah mulai meniadakan kemasan tanpa sedotan plastik untuk minuman tertentu, di lebih dari 8.000 gerainya di AS dan Kanada per akhir Juli ini.
Kedai kopi berlogo putri duyung itu memperkirakan kebijakannya akan berdampak pada pengurangan sekitar satu miliar sedotan plastik per tahunnya.
Penghentian ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang.
Nantinya, sedotan plastik yang selama ini digunakan Starbuck akan diganti sedotan berbahan ramah lingkungan dan tutup cup kopi pun akan menggunakan bahan jerami yang mudah didaur ulang.
Dengan begitu, perusahaan berkode emiten SBUX ini akan mengurangi dampak pencemaran sampah di dunia.
Hal serupa juga dilakukan oleh McDonald di Inggris dan Irlandia yang baru-baru ini akan beralih ke sedotan berbahan kertas pada tahun depan.
Saat ini McDonald bahkan tengah melakukan pengujian bahan alternatif pengganti sedotan plastik untuk beberapa lokasi di AS.
Sebelumnya aktivis lingkungan telah mengimbau para pelaku bisnis untuk tidak lagi berjualan minuman dengan sedotan plastik. Sampah sedotan ini kerap kali berakhir di lautan dan mengganggu kehidupan biota laut.
Sampah sedotan platik hanya menyumbang sebanyak empat persen saja dari total keseluruhan sampah plastik di laut. Dari sembilan juta ton sampah plastik, 2.000 ton diantaranya merupakan sampah sedotan plastik.
Meski demikian, kampanye larangan sedotan plastik ini tetap mendapat dukungan dari masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026