Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini kembali mengumpulkan para menteri kabinet kerja bidang ekonomi di kantornya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam rapat tersebut ada beberapa topik yang dibahas, salah satunya adalah membahas peningkatan ekspor dan investasi.
Menurut Sri Mulyani, pembahasan masalah perizinan ini, karena ada beberapa sektor yang akan digenjot dalam rangka meningkatkan ekspor Indonesia. Salah satunya di bidang industri makanan dan minuman.
"Kami berkoordinasi untuk memacu ekspor di bidang industri. Seperti yang sudah disampaikan Menteri Perindustrian, yaitu di bidang industri makanan dan minuman, furnitur, dan industri produk karet," ujar Sri Mulyani di Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).
Untuk mewujudkan target-target tersebut pemerintah akan mengatasi permasalahan yang sering kali dihadapi para pelaku usaha.
Mulai dari masalah perizinan agar tidak membebani sektor yang ingin meningkatkan ekspor, seperti soal pajak, bea masuk dan keluar barang.
"Jadi kami identifikasi masalah-masalahnya, dari mulai masalah perizinan, bahan baku, bea masuk, bea keluar, perpajakan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek