Suara.com - Selain harga telur yang terus melambung, harga cabai pun kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Kenaikan paling tinggi adalah cabai rawit setan, sebelumnya Rp 40.000, sekarang Rp 60.000," kata Galih Firmansyah (33) seorang pedagang di Pasar Kranggot, Kota Cilegon.
Kenaikan harga cabai diduga akibat kurangnya pasokan dan adanya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Akibat dari naiknya harga cabai, para pedagang pun mengeluhkan penurunan omset.
"Pasokan sekarang berkurang, jadi harganya naik. Sepi penjualannya enggak seperti biasa," keluh Galih.
Selain keluhan para pedagang, konsumen atau para pembeli pun banyak yang mengeluh.
"Biasanya kalau buat sambal itu pasti harus banyak, tapi karena harganya naik makanya berkurang belinya karena buat beli kebutuhan dapur lain," ucap Farah.
Berita ini juga dimuat di Bantenhits.com jaringan Suara.com dengan judul https://bantenhits.com/2018/07/20/harga-cabai-rawit-setan-di-pasar-kranggot-meroket-rp60-ribu-per-kg/
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak
-
Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM
-
Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T
-
Jelang RUPST, MDKA Usulkan Perombakan Direksi Besar-Besaran
-
OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif
-
Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih, Kejati Tegaskan Bank Bersih dari Aliran Dana Ilegal
-
BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
-
Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan