Suara.com - Sri Mulyani disebut-sebut masuk dalam daftar tim kampanye nasional calon Presiden (capres) Jokowi dan calon Wakil Presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin.
Terkait hal tersebut, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara tegas mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.
“Sehubungan dengan beredarnya daftar tim kampanye nasional Capres Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres KH Ma’ruf Amin, dengan ini diberitahukan kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak masuk dalam anggota tim tersebut," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan RI Nufransa Wira Sakti dalam keterangan tertulis yang ditujukan bagi ASN Kemenkeu, Rabu (22/8/2018).
Menurut Nufransa, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan diminta untuk fokus dalam pengelolaan APBN dan Keuangan Negara.
Hal ini mengingat kondisi ekonomi global yang dinamis dan membutuhkan perhatian penuh dari Menteri Keuangan.
Seluruh pegawai jajaran Kemenkeu diharap tetap fokus menjalankan tugas menjaga dan mengelola keuangan negara secara profesional dan selalu menjaga integritas.
“Dalam menghadapi tahun politik jajaran Kemenkeu diminta bersikap sesuai aturan dan etika ASN yang sudah dijelaskan selama ini,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang
-
Apa Itu Harta PPS di SPT Tahunan Sistem Coretax, Ini Fungsinya
-
Profil OUE Commercial REIT, Aset 30 Triliun Milik Mochtar Riady
-
Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?
-
Purbaya Ungkap Impor 105 Ribu Mobil Pickup India Dibiayai Utang, Cicilan Rp 40 T per Tahun
-
Rebut Tahta! XL Ultra 5G+ Dinobatkan Jadi Jaringan 5G Tercepat di Indonesia versi OOkla Speed Test
-
Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang
-
Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802