Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memperkirakan tekanan masyarakat untuk membeli beras pada tahun 2019, persisnya selama tahapan Pemilu dan Pilpres 2019, akan berkurang. Artinya, masyarakat tidak akan banyak membeli beras pada tahun depan.
Politikus Partai Nasdem ini menjelaskan, pada tahun depan merupakan tahun politik. Pada tahun itu, calon anggota legislatif berkampanye, yang kemungkinan memberikan bingkisan beras kepada masyarakat.
"Saya tidak mau bicara tentang politik uang, tapi yang pasti, para caleg kan bikin jamuan. Tekanan pembeli beras berkurang. Karena sembako dibagi-bagi, keikhlasan caleg-caleg," ujar Enggartiasto saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (24/9/2018).
Pria yang akrab disapa Enggar ini juga meminta para investor tidak perlu takut menghadapi tahun politik. Dia meyakini dunia usaha akan tetap berjalan baik pada tahun politik.
Selain itu, tambah Enggar, penurunan konsumsi juga tidak akan terjadi pada tahun depan. Pasalnya, masyarakat akan banyak dijamu para caleg.
"Tidak usah takut 2019, di sini ada Ketua Umum Partai Golkar, saya di Nasdem, yang pasti ada kampanye, banyak uang beredar,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026