Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (24/10/2018) diprediksikan bakal berlanjut melemah.
Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, mulai adanya pelemahan membuat tren kenaikan IHSG kembali tertahan.
Di sisi lain, pelemahan ini juga membuka peluang pelemahan kembali terutama jika sentimen yang ada, terutama dari global tidak cukup positif. Padahal tekanan USD mulai berkurang dengan peluang kenaikan EUR dan GBP.
"Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5.763-5.777 dan resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.818-5.826," kata Reza di Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Senada dengan Reza, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga memprediksi IHSG melemah.
Dia menjelaskan, berdasarkan indikator, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.
Namun demikian, terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.
"Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.780 hingga 5.763. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.831 hingga 5.865," kata Nafan.
Berdasarkan data RTI perdagangan IHSG pada Selasa (23/10/2018) dibuka melemah di level 5.838. Pelemahan itu berlanjut hingga IHSG ditutup melemah di level 5.797.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini
Dalam perdagangan kemarin, sebanyak 7,82 miliar volume saham diperdagangkan dengan frekuensi 356.329 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 5,6 triliun.
Pada perdagangan kemarin 137 saham bergerak menguat, 260 saham bergerak turun, dan 114 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya