Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah Rabu (28/11/2018) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan negatif. Hari ini diprediksi rupiah melemah.
Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, adanya pelemahan rupiah membuat harapan akan berlanjutnya kenaikan menjadi terhalangi. Apalagi pergerakan dolar AS kembali menunjukan peningkatannya sehingga cukup menekan pergerakan rupiah.
"Di perkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.515 - Rp 14.500," ujar Reza di Jakarta, Rabu (28/11/2018).
Reza melanjutkan, meski pergerakan rupiah kali ini masih berada pada level di periode kuartal tiga tahun ini di saat rupiah masih di bawah Rp 15 ribuan namun, bukan berarti telah aman dan dapat dimungkinkan kembali melemah.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," imbuh dia.
Berdasarkan Bloomberg pergerakan rupiah pada Selasa (27/11/2018) berada di level Rp 14.515 per dolar AS. Level itu melemah dibandingkan pergerakan Senin kemarin di level Rp 14.475 per dolar AS.
Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia rupiah justru menguat pada Selasa kemarin di level Rp 14.504 per dolar AS dari posisi Senin yang di level menguat Rp 14.551 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi