Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan optimis terhadap kemajuan sektor maritim di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan dalam peluncuran program 1 juta nelayan berdaulat melalui dukungan teknologi 4.0.
Program 1 juta nelayan berdaulat akan dilaksanakan di 300 kabupaten dan kota di wilayah pesisir Indonesia. Menteri Luhut menargetkan jumlah peserta berkisar 300.000 nelayan hingga akhir tahun 2019.
"Program ini akan kami jadikan program unggulan untuk menyukseskan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia," ujar Menteri Luhut di Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan.
Program 1 juta nelayan berdaulat bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut dari 7 persen menjadi 17 persen dan mengurangi angka kemiskinan nasional hingga 25 persen.
Luhut menjelaskan, program 1 juta nelayan berdaulat dilatarbelakangi dari kekayaan laut Indonesia yang menurut data UNDP tahun 2017 mencapai 2,5 triliun dolar AS per tahun.
Meski potensinya besar, namun Indonesia baru bisa memanfaatkan 7 persen kekayaan lautnya karena minimnya teknologi.
Menteri Luhut menambahkan salah satu pendukung teknologi program 1 juta nelayan berdaulat yaitu dengan aplikasi FishOn.
Aplikasi ini menurutnya bisa mendukung pemasaran hasil laut yang dahulunya konvensional sehingga modern melalui teknologi digital.
Baca Juga: Luhut: Program 1 Juta Nelayan Berdaulat Buat Indonesia Poros Maritim Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM