Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi harga tiket pesawat yang dinilai mahal. Menurutnya mahalnya tiket pesawat hasil kerja dari pemerintah.
Dikutip dari akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean2 pada Senin (27/5/2019) komentar tersebut menanggapi cuitan warganet @FerryMaitamu yang meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menurunkan harga tiket pesawat.
"Pak @budiKaryaS harga tiket semua pesawat ke Ambon, tolong diturunkan. Mahal banget ini," ujar @FerryMaitimu yang dikutip Suara.com, Selasa (28/5/2019).
Namun, Ferdinand berkomentar kepada warganet tersebut mempertanyakan alasan harga tiket pesawat untuk diturunkan.
Bahkan ia menyerukan mahalnya tiket pesawat dengan slogan kerja, kerja, kerja yang biasa disebutkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Itu bagian dari kerja, kerja kerja kok kamu minta turunin?," cuit @FerdinandHaean2.
Sebelumnya, menjelang lebaran Idul Fitri Ferdinand juga menanggapi kenaikan harga tiket kereta api.
Komentar tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi setelah mengetahui harga tiket mudik menggunakan kereta api tujuan Jakarta Surabaya dijual Rp 1,5 juta.
"Tuan @jokowi, inikah hadiah untuk rakyat? Tiket kereta yang juga mahal setelah tiket pesawat tak bisa tuan kendalikan?," ujar @FerdinandHaean2 yang dikutip Suara.com, Senin (27/5/2019).
Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Kehilangan Rp 3 M
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?