Suara.com - PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) mencatatkan laba bersih pada kuartal I 2019 Rp 3,9 miliar. Laba bersih tersebut naik 44,4 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,72 miliar.
Direktur Utama DSFI, Ewijaya mengatakan, laba tersebut didorong dari penjualan produk perikanan pada kuartal I 2019 sebesar Rp 162,5 miliar.
"Jadi dalam kuartal I secara sukses menaikan harga jual, sehingga mendongkrak profit perusahaan," kata Ewijaya dalam Public Expose di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).
Ewijaya menargetkan, pendapatan hingga akhir tahun 2019 naik sampai 10 persen. Sementara untuk laba, ia mengungkapkan kenaikan secara persentasenya hingga akhir tahun tak jauh-jauh dari pendapatan.
"Untuk laba untuk kita menargetkan tidak kalah dengan pendapatan. Kita harapkan momentum tetap terjaga," tutur dia.
Ewijaya menambahkan, untuk capai target tersebut perusahaan akan melakukan strategi mulai dari peningkatan operasional, pemasaran, maupun pengelolaan keuangan.
Adapun strategi operasional mencakup supply chain management yang lebih terintegrasi dan efisiensi, pengembangan SDM, koordinasi dan integrasi antar departemen, peningkatan kualitas produk dan proses di semua lini, dan peningkatan efisiensi produksi serta optimalisasi kapasitas pabrik.
"Perseroan berkeyakinan dan optimis bahwa dengan penerapan strategi-strategi baru tersebut akan membawa perseroan ke arah yang lebih baik di tahun 2019," imbuh dia.
Baca Juga: Tampilkan Inovasi Teknologi Perikanan, Tim Banoo UGM Sabet Juara Dunia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara