Suara.com - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) meminta kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk amanah jika diberikan pembiayaan. Salah satunya, harus selalu membayar pinjaman yang diberikan dari lembaga keuagan bank dan nonbank.
Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM serta Konsultasi Manajemen Perum Jamkrindo, Ceriandri Widuri menerangkan, saat ini lembaga keuangan bank dan non bank sudah terintegrasi data.
Sehingga, jika UMKM tak membayar pinjaman tersebut, maka akan lembaga keuangan tak lagi mempercayai UMKM itu. Dengan begitu, UMKM akan sulit mendapatkan pinjaman kembali.
"Kalau UMKM mendapatkan pembiayaan harus amanah, itu adalah nilai yang berharga, jaga kepercayaan itu. Sekali wanprestasi kita enggak tertib enggak amanah dalam memegang diberikan kepercayaan. Itu akan ke black list, nanti susah temen-temen UMKM," ujar Ceriandri usai memberikan pelatihan di Cisurupan, Garut, Jawa Barat, Kamis (4/7/2019).
Dalam hal ini, Perum Jamkrindo sudah memberikan pembiayaan kepada UMKM lewat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Selama PKBL berjalan dari tahun 2015 Jamkrindo telah menyalurkan pinjaman kemitraan kepada 2.333 mitra senilai Rp 82 miliar.
Untuk di Garut sendiri, Jamkrindo mendampingi 21 penerima pinjaman kemitraan dengan realisasi pinjaman kemitraan sebesar Rp 1,05 miliar sejak Desember 2018
"Jadi ada kegiatan pelatihannya, untuk pendampingan Jamkrindo meman
ng enggak sendiri, ada mitra untuk sinergi lakukan pendampingan, seperti dengan PNM," kata dia.
Ceriandri menargetkan, pada tahun 2019 ini Jamkrindo bisa menyalurkan pembiayaan lewat PKBL sebesar Rp 2 miliar. Sampai Mei 2019, realisasi penyaluran pinjaman kemitraan tercatat sebesar Rp 865 juta untuk 19 mitra.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Perum Jamkrindo Bagi-bagi Paket Sembako ke Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan