Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan per Maret 2019 sebesar 9,41 persen. Angka kemiskinan tersebut turun 0,25 persen dibanding September 2018 dan turun 0,41 persen dibanding Maret 2018.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat kemiskinan ini disumbang oleh komoditas beras sebesar 20,59 persen di perkotaan dan 25,97 persen di pedesaan.
"Komoditas yang beri kontribusi besar pada garis kemiskinan pertama beras," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Selain itu, lanjut Suhariyanto, penyumbang terbesar kedua yaitu rokok kretek filter. Tercatat sumbangsih rokok kretek filter terhadap kemiskinan sebesar 12,22 persen di perkotaan dan sebesar 11,36 persen di pedesaan.
"Tempat kedua rokok bahkan kontribusinya naik karena tiap bulan inflasinya naik 0,01 persen pelan-pelan, tapi enggak ada yang mempertanyakan," tutur dia.
Untuk diketahui, jumlah penduduk Indonesia per Maret 2019 mencapai 25,13 juta orang.
Menurut Suhariyanto, penurunan tingkat kemiskinan paling cepat di masyarakat desa. Pada Maret 2019, tingkat kemiskinan di desa sebesar 12,85 persen turun dari periode yang sama tahun 2018 sebesar 13,20 persen.
Sedangkan, tingkat kemiskinan di kota tercatat per Maret 2019 sebesar 6,69 persen turun dibanding periode yang sama tahun 2018 7,02 persen.
"Penurunan kemiskinan ini menggembirakan, karena terjadi di kita mayoritas di desa. Desa penurunannya lebih cepat daripada di kota," pungkas dia.
Baca Juga: Gara-gara Kepergok Merokok, 5 Seleb Cantik Ini Dicibir
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus