Suara.com - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mengakui tertarik mengambil alih menara milik PT Indosat Tbk. Perseroan berkode emiten TLKM, ini sedang melakukan penawaran menara milik Indosat.
Direktur Utama PT Telkom Harry Mozarta Zen menjelaskan, perseroan mengerahkan anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dalam penawaran menara milik indosat.
"Mitratel ya kita memang lagi ikutan dalam prosea penjualan towernya Indosat. Kalau memang Telkom Group yang dinyatakan pemenang akan masuk ke Mitratel," kata Harry dalam Public Expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/8/2019).
Namun, Harry tak merinci proses penawaran tersebut. Karena, sambungnya, proses penawaran tersebut bersifat rahasia antara pembeli dan penjual.
"Karena ada confidential agreement yang kami tanda tangani dengan pihak penjual, mohon maaf tidak ada yang kita sampaikan. Tapi betul kita ikutan," tutur dia.
Selain itu, tambah Harry, Telkom juga berencana untuk meluncurkan satelit dengan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Untuk penuhi rencana itu, target capex (belanja modal) Target kita 25 persen sampai 27 persen capex to revenue (pendapatan). Kalau full year 27 persen capex to revenue," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Telkomsel Buka Penyaluran Hewan Kurban Digital untuk Idul Adha
-
Indosat Klaim Layanannya Mulai Normal Setelah Ditumbangkan PLN
-
Khawatir Pemadaman Listrik Lagi, Telkomsel Siapkan Langkah Antisipasi
-
Sempat Bermasalah, Jaringan Data Telkomsel Berangsur Pulih
-
Tak Bisa Telepon saat Jakarta Blackout, Telkomsel Minta Maaf
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI