Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Juli masih mengalami defisit. Tercatat, defisit APBN 2019 hingga akhir Juli 2019 sebesar Rp 183,7 triliun.
Defisit itu melebar dibandingkan pada defisit pada periode Juni 2019 yang sebesar Rp 151 triliun.
Angka defisit pada Juni 2019 juga lebih tinggi dibanding tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 110,6 triliun.
"Untuk defisitnya tidak serendah yang kita prediksi sebelumnya. Untuk defisit anggaran sampai akhir Juli ini sebesar Rp 183,7 triliun atau 1,14 persen dari PDB kita," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Sri Mulyani menuturkan, defisit yang terjadi pada APBN Juli 2019 ini karena posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan.
Dari sisi belanja, Sri Mulyani menyebut, belanja negara pada Juli 2019 mencapai Rp 1.236,5 triliun atau 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan, dari sisi penerimaan pada Juli 2019 hanya mencapai Rp 1.052,8 triliun. Pendapatan negara itu tumbuh melambat 5,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang pertumbuhannya mencapai 16,5 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN