Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku sangat meneladani sosok Agus Martowardojo.
Bahkan, dia memandang Agus sebagai gurunya karena eks Gubernur Bank Indonesia Periode 2013-2018 itu dianggap memberikan banyak pelajaran.
Dia pun merasa beruntung, karena selalu dikelilingi orang hebat selama berada di BI.
"Saya penuh tempaan ortu (orang tua), sosok pak Agus guru di BI dan khusus guru saya. Saya beruntung dibesarkan di BI dan banyak guru yang bentuk saya. Ada guru Pak Budiono yang belajar banyak," kata Perry saat peluncuran Buku Biografi Agus Martowardojo di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Selama di BI, tutur Perry, Agus juga sering mengeluarkan kebijakan yang sangat bermanfaat bagi pasar keuangan Indonesia. Salah satunya, kebijakan terkait dengan penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi dalam negeri.
"Beliau (Agus Martowardojo) yang buat UU mata uang di Kemenkeu, di BI laksanakan UU mata uang dan wajibkan transfer di Indonesia pake rupiah," katanya.
Terkait dengan buku Biografi, Menurut Perry tema yang digunakan dalam buku tersebut sangat cocok menggambarkan Agus yang selama menjabat dimana pun selalu membawa perubahan.
Untuk diketahui, Agus Martowardojo meluncurkan buku biografinya yang berjudul Agus Martowardojo: Pembawa Perubahan. Buku tersebut mengisahkan sosok Agus mulai dari kecil hingga menjadi pejabat.
"Spesial dari tema, perubahan sangat tepat dari sosok Pak Agus, dan banyak sekali tema ini bawa apa yang dilakukan Pak Agus di BI," kata Perry.
Baca Juga: Cerita Gubernur BI Perry Warjio Pernah Kuliah Nyambi Kondektur
Berita Terkait
-
Perang Dagang Reda, Rupiah Bakal Bergerak Menguat Jelang Akhir Pekan
-
Pasca Penetapan Ibu Kota, Rupiah Bisa Berbalik Menguat
-
Cerita Gubernur BI Perry Warjio Pernah Kuliah Nyambi Kondektur
-
Uang Rp 5,4 Juta Nenek Putri Dimakan Rayap Gara-gara Disimpan di Lemari
-
Rp 5,4 Juta Milik Nenek Putri Dimakan Rayap, BI Ganti Rp 1 Juta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?