Suara.com - Belum lama ini dua pelaku bisnis transportasi online yaitu Grab dan Gojek secara hampir bersamaan merilis hasil survei yang mengklaim masing-masing adalah pemimpin pasar baik di industri ojek online maupun di industri layanan pesan-antar makanan.
Adapun, Grab menggunakan hasil riset yang dirilis oleh Kantar menjadi pemimpin pasar layanan pesan-antar online di Indonesia.
Sedangkan, Gojek menggunakan hasil riset Nielsen Singapura tentang preferensi konsumen Indonesia terhadap empat layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi terbesar di Indonesia.
Namun, Akademisi dan Praktisi Bisnis Rhenald Kasali menganggap Gojek menjadi pemain utama dalam layanan pesan-antar online.
"Brand GoFood memang jauh lebih popular dibandingkan Grab. Dalam bisnis layanan antar-pesan makanan, Grab adalah pemain baru, karena sebelumnya dia hanya fokus di layanan transportasi online," kata Rhenald dalam keteranganya, Rabu (25/9/2019).
Dalam risetnya, Nielsen mengunggulkan posisi Gojek, terutama dalam bidang layanan pesan-antar makanan di Indonesia. Riset mengungkapkan bahwa 84 persen masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan mengakui jika GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia.
Sementara, hasil riset Kantar yang mengklaim bahwa GrabFood memiliki pangsa pasar hampir 50 persen atau naik 15 persen dari tahun lalu, dan diprediksi akan segera menjadi platform layanan antar-pesan makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal III tahun 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan