Suara.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 turun 19 sen pada Kamis (3/10/2019) menjadi 52,45 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November 2019 naik 2 sen menjadi 57,71 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Baik harga minyak WTI maupun Brent, seperti dilansir Reuters, sempat turun ke level terendah sejak awal Agustus usai dirilisnya data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru.
Pertumbuhan sektor jasa AS melambat ke level terendah dalam tiga tahun terakhir pada September. Pertumbuhan lapangan pekerjaan di sektor tersebut turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir.
Buruknya data ekonomi zona euro juga memberi tekanan terhadap harga minyak WTI dan Brent. Pertumbuhan bisnis nyaris mengalami kontraksi pada September akibat tekanan yang datang dari perang dagang.
Perhatian para trader selanjutnya akan tertuju kepada pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China pekan depan, yang diharapkan dapat menuntaskan perseteruan kedua negara di bidang perdagangan sehingga membuat permintaan minyak global kembali pulih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?