Suara.com - Mulai tahun depan tak ada lagi peredaran minyak goreng curah. Nantinya, semua jenis minyak goreng akan dijual dalam bentuk kemasan.
Namun, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin harga minyak goreng tak mahal jika dijual dalam kemasan.
Dia menyatakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng dalam bentuk kemasan dibanderol seharga Rp 11 ribu per liter.
"Sesuai dengan HET Rp 11 ribu," ujarnya saat ditemui di Kawasan Sarinah, Jakarta (6/10/2019).
Menurut pria yang akrab disapa Enggar ini, dengan dijual dalam kemasan, pemerintah akan mudah mengontrol harga minyak goreng.
Menurut dia, selama harga minyak goreng curah itu dijual lebih mahal dibanding minyak goreng dalam kemasan.
"Minyak goreng curah itu, seringkali dijual harganya di atas minyak goreng kemasan sederhana," kata Enggar.
Kendati demikian, ia belum memberikan sanksi bagi produsen yang masih memproduksi dan menyuplai minyak goreng curah.
"Ini kita sosialisasi. Kalau pabrik-pabrik ini tidak supplai lagi maka semua tahu bahwa minyak goreng curah itu tidak sehat dan tidak ada jaminan halal," imbuh Enggar.
Baca Juga: Mendag: Minyak Goreng Curah Tidak Sehat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
-
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal