Suara.com - Jajaran Komisaris dan Direksi perusahaan e-commerce Tokopedia menyambangi Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Adapun jajaran Komisaris dan Direksi yang hadir diantaranya, Komisaris Utama Tokopedia Agus Martowardojo, Vice Chairman and Co Founder Tokopedia Leontinius Alpha Edison, dan VP Public Policy dan Goverment Relation.
Dalam pertemuan tersebut, Leontinius Aplha Edison memamerkan capaian Tokopedia selama 10 tahun berdiri. Salah satunya, jumlah penjual di Tokopedia yang sudah tembus 6,6 juta penjual.
"Kami update ke beliau apa yang kami sudah capai selama 10 tahun kami dengan berkolaborasi dengan LPEM UI bahwa impact yang kontribusikan ke Indonesia cukup positif kita sudah mempunyai 6,6 juta penjual di mana 86 persennya penjual baru, 94 persen dari 6,6 juta itu ultra mikro jadi lebih kecil dari UMKM," ujar Leontinius seusai menemui Wapres Ma'ruf Amin.
Selain itu Pria yang akrab disapa Leon itu melanjutkan, dari jumlah penjual tersebut 38,6 persen merupakan produsen yang membuat produknya sendiri dan dijual di Tokopedia.
"Tentang efisiensi kita bisa menurunkan harga barang 21 persen lebih murah juga tentang efisiensi lainnya kita membantu merchant Tokopedia untuk meningkatkan penjualannya sekitar 22 persen," tutur dia.
Leon menambahkan, perusahaannya juga telah berhasil menciptakan lapangan kerja baru sebesar 857 ribu di mana 300 ribu menggantungkan penghasilannya dari Tokopedia.
Komisaris Utama Tokopedia Agus Martowardojo mengatakan, pertemuan tersebut lebih mengenalkan sumbangsih Tokopedia terhadap negara ke Ma'ruf Amin.
Baca Juga: Harga Ballpoint di APBD Jakarta Rp 105.000, Cek di Tokopedia Hanya Rp 7.500
"Kami sendiri bertemu dengan bapak wapres, kami dari Tokopedia menceritakan kepada beliau (Ma'ruf Amin) apa itu Tokopedia. Selama ini Tokopedia bagaimana perannya di dalam membangun ekonomi Indonesia," kata Agus seusai bertemu Ma'ruf Amin.
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menuturkan, pertemuan tersebut juga untuk memberitahukan kepada Ma'ruf Amin bahwa Tokopedia siap untuk masuk dalam ekonomi syariah.
"Kami juga laporkan ke Wapres baru melucurkan Tokopedia Salam, suatu inisiatif pemerataan ekonomi syariah secara digital yang tentu akan dilaporkan dari rekan kami ke kalian semua," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa