Suara.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Berdasarkan data Globalreligiusfuture, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi.
Mengonsumsi makanan dan menggunakan produk-produk halal tentu sangat penting bagi kehidupan sehari hari seorang muslim.
Seperti yang kita ketahui, jika suatu produk memiliki logo Halal tentulah produk tersebut baik, higienis, dan terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi atau digunakan.
Terlebih, mulai tahun ini pemerintah telah mewajibkan produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan benda-benda lain untuk mulai memilki sertifikasi Halal, sesuai amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Berdasarkan kebijakan tersebut, berbagai produk wajib bersertifikat halal per 17 Oktober 2019 atau mulai 5 (lima) tahun setelah UU tersebut disahkan dan untuk selanjutnya Indonesia akan menuju kepada Industri Halal 2024.
Guna mendukung program pemerintah tersebut, PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi kacamata memiliki inisiatif untuk memproduksi kacamata bersertifikasi halal.
Acara peluncuran produk kacamata halal Atalla yang menggunakan slogan “Halal itu Baik” dan pertama kalinya ada di Indonesia, diadakan hari ini (5/11/2019) di Hotel Gran Melia, Jakarta.
“Semenjak bulan Oktober 2019, perusahaan kami telah menerima sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh LPPOM-MUI. Mengenai penerapan sertifikasi halal ini ada 2 point yang terpenting yaitu pertama ada pada bahan baku dan kedua pada aspek manajemennya yang terdiri dari 3 hal yaitu proses produksi, proses logistik dan proses distribusi ,dimana di setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan itu sendiri,” kata Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia.
Mengantongi sertifikat halal sejak 2 Oktober 2019 dengan nomor sertifikat : 00170098951019, kacamata halal Atalla ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian.
Kementerian menilai adanya sertifikasi halal ini akan dapat meningkatkan daya saing produk lantaran sebagian besar konsumen di Indonesia beragama Islam.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Yang Mana Kacamata Anda? Bisa Tunjukkan Sifat Baik Lho!
“Jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kacamata merupakan produk selain makanan dan minuman yang penahapan kewajiban sertifikasi halal baru akan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2026. Oleh karena itu saya memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produknya sebelum ketentuan wajib halal untuk selain produk makanan dan minuman diberlakukan,” kata Gati Wibawaningsih, Dirjen IKMA, Kementerian Perindustrian.
Jumlah pengguna kacamata di Indonesia masih kurang dari 10% dari total keseluruhan penduduk di Indonesia. Sedangkan kebutuhan kacamata dan lensa di Indonesia masih mengandalkan produk import yang besarnya 95%.
Dibandingkan dengan Negara tetangga atau Negara lainnya seperti di Singapore dan Hong Kong yang pengguna kacamatanya telah lebih dari 60%, maka dapat dibayangkan betapa besarnya potensi dan pasar kacamata maupun lensa di Indonesia, yakni 60% dari 250 juta penduduk berarti kebutuhannya adalah 150 juta kacamata/lensa.
Terlebih lagi saat ini sebagian orang telah menjadikan kacamata bagian dari fashion, sehingga mereka akan mengganti kacamata mereka 2-3 kali dalam 1 tahun.
Melihat peluang yang sedemikian besar, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2000 dengan jumlah karyawan awal 20 dan terus berkembang hingga memiliki pabrik sendiri dan memberikan pelatihan para staffnya ke luar negeri untuk mempelajari proses pembuatan lensa tersebut, kini telah mampu memproduksi kacamata dan lensa hingga 5.000 lusin atau 60.000 kacamata dan lensa per harinya dan memiliki jumlah karyawan sekitar 500 orang.
“Sebagai satu-satunya industri kacamata di Indonesia, PT Atalla Indonesia pernah beberapa kali hendak diakusisi oleh beberapa perusahaan asing. Namun kami selalu menolak dengan halus tawaran tersebut, karena kami bangga sebagai perusahaan dalam negeri. Satu hal lagi, kami memiliki visi ingin menjadikan PT Atalla Indonesia sebagai basis utama industri kacamata di dunia yang telah mengimplementasikan tehnologi 4.0, sehingga Indonesia mampu untuk swasembada kacamata, tanpa adanya produk Impor,” kata Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026