Suara.com - Politisi PDIP Dewi Tanjung melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa kasus penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11/2019).
Penyidik senior KPK itu dianggap telah merekayasa kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal yang menimpanya pada 11 April 2017 lalu.
Terlepas dari kasusnya, dilansir dari Moneysmart.id, harta kekayaan Novel Baswedan mencapai Rp 4,6 miliar.
Dalam daftar LHKPN KPK terakhir tahun 2018, aset pertama Novel Baswedan yang masuk dalam daftar LKHPN KPK adalah tanah dan bangunan sebanyak 1 unit.
Lokasinya berada di Kota Jakarta Utara dan memiliki luas tanah 105 meter persegi serta bangunan 140 meter persegi.
Tanah dan bangunan tersebut dibelinya dengan hasil usaha sendiri dengan nilai Rp 2.750.000.000. Rumah tersebut merupakan satu-satunya hunian yang dimiliki oleh pria berzodiak Cancer ini.
Selanjutnya, Novel Baswedan mempunyai aset alat transportasi mobil sebanyak 1 unit. Mobil tersebut adalah Toyota Kijang Innova keluaran tahun 2016.
Kijang Innova sendiri memiliki beberapa tipe mesin yakni 2 liter berbahan bakar bensin dan 2,4 liter berbahan bakar solar yang bisa menampung sampai 7 orang penumpang.
Kekuatan yang bisa dihasilkan mobil ini adalah sekitar 130-an tenaga kuda dan kecepatan maksimal 179 Kilometer per jam.
Baca Juga: Suharso Monoarfa Cuma Punya Harta Rp 84 Juta? KPK Cek Kebenarannya
Ketiga, ada logam mulia dan perhiasan dengan nominal sebesar Rp 464.500.000. Lalu, ada kas atau setara kas yang senilai Rp 1.127.620.078.
Aset terakhir Novel Baswedan adalah harta lainnya senilai Rp 50 juta. Bila dijumlahkan seluruhnya, maka totalnya mencapai Rp 4.652.120.078.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN