Suara.com - Kerugian besar yang diderita Softbank serta tingginya persaingan bisnis diperkirakan akan memberikan pukulan telak bagi kelangsungan bisnis Grab sehingga memaksanya untuk mencari cara untuk mengamankan profitabilitas dan margin perusahaan.
Situasi memang berubah cepat bagi Grab, perusahaan transportasi daring (online) asal Malaysia dengan valuasi 14 miliar dolar AS menurut CB Insights, hanya dalam waktu tiga bulan setelah kunjungan CEO SoftBank Group Masayoshi Son ke Indonesia pada bulan Juli 2019, saat dia mengumbar janji investasi di Indonesia senilai 2 miliar dolar AS dan membangun "markas kedua" di Jakarta.
SoftBank yang notabene investor terbesar Grab dengan total investasi mencapai 3 miliar dolar AS di perusahaan itu mencatat kerugian sebesar 8,9 miliar dolar AS atau setara Rp 125 triliun pada kuartal pertama 2019.
Kemudian, seperti dikutip dari Fortune, Softbank kembali melaporkan penurunan nilai aset besar-besaran atas investasinya di WeWork, startup penyewaan ruang kantor, hingga mencapai 9,2 miliar dolar AS atau setara 90 persen dari total investasi Softbank di WeWork yang tercatat sebesar 10,3 miliar dolar AS.
"Ini murni kesalahan penilaian saya, yang saya harus renungkan," ujar Masayoshi di hadapan para investor dan media.
Tidak hanya terancam dari sisi dukungan investor, kelangsungan bisnis Grab saat ini juga terancam setelah perusahaan yang berambisi menjadi superapp itu diyakini masih mencatat rugi akibat model bisnisnya yang terus membakar uang untuk membiayai promosi guna memenangkan persaingan pasar.
Upaya Grab untuk dapat mendongkrak margin perusahaan terbentur persaingan bisnis yang sangat tinggi di Asia Tenggara dan sejumlah regulasi.
Baru-baru ini misalnya, sebuah peraturan baru telah diterbitkan oleh Pemerintah Singapura yang intinya melarang penggunaan skuter listrik di jalur pejalan kaki sehingga secara tidak langsung memukul bisnis layanan pesan-antar makanan yang dilayani Grab melalui aplikasi GrabFood.
GrabFood yang dilaporkan telah mendominasi pasar pesan-antar makanan di Singapura diketahui mengandalkan penggunaan skuter listrik untuk mempercepat pengiriman pesanan.
Baca Juga: Grab Kembali Dilaporkan ke KPPU oleh Mitra Pengemudi Karena Ini
Oleh karenanya, larangan tersebut diyakini pihak manajemen Grab akan mengakibatkan tertundanya pengiriman atau pembatalan pesanan.
Kemudian uji coba layanan telehealth Grab pada bulan lalu yang mengusung konsep konsultasi medis berbasis aplikasi untuk pengguna di Indonesia, diperkirakan akan sulit berkembang.
Tidak hanya dinilai terlambat dari target peluncuran awalnya, yaitu kuartal pertama 2019 sejak diumumkan tahun 2018, peluncuran aplikasi itu juga dinilai terlambat dari pesaingnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite