Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Kamis (12/3/2020) dibuka anjlok cukup dalam, terjerembab menuju level 5.040,96.
Mengutip data perdagangan RTI, IHSG melemah cukup dalam yakni 113 poin atau 2,20 persen menuju level 5.040,96.
Melemahnya IHSG ini juga diikuti terbakarnya indeks LQ45 yang anjlok 41 poin atau turun 5 persen ke level 778,229.
Mengawali pembukaan perdagangan terdapat 27 saham menguat, 149 saham melemah, dan 72 saham stagnan.
Pada level tersebut transaksi perdagangan mencapai 113 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 156 miliar dengan 10 ribu kali frekuensi.
Pelemahan IHSG terus berlanjut hingga pukul 9 lewat 5 menit, IHSG sudah meninggalkan level 5 ribuan menuju level 4.943,98 dengan melemah lebih dari 4 persen atau sudah turun 210 poin.
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, sentimen negatif virus corona masih menjadi sentimen utama untuk pergerakan IHSG hari ini. Di mana dia memperkirakan laju IHSG kembali turun dalam perdagangan Kamis ini.
Disamping itu, turunnya EIDO sebesar -6.34 persen serta turunnya harga komoditas seperti: Oil -4.99 persen, Nikel -2.24 persen, Timah -0.43 persen & Gold -0.88 persen kemarin berpotensi mendorong kejatuhan kembali IHSG Kamis ini.
"Disamping itu, kejatuhan Bursa Asia pagi ini seperti Nikkei -3.22 persen & Hangseng -2.3 persen menjadi tambahan sentimen negatif bagi kejatuhan IHSG hari ini," kata Edwin.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Diprediksi Masih Terperangkap di Zona Merah
Pada perdagangan 11 Maret, IHSG ditutup melemah sebesar -1.28 persen kelevel 5,154 Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya koreksi dalam bursa Wall Street menjadi katalis negatif untuk perdagangan hari ini.
Kedua dari perkembangan virus corona yang diumumkan WHO menjadi pandemi global, selain itu dari harga minyak yang kembali melemah -4 persen akibat perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia yang masih berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional