Suara.com - Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) menimbulkan perubahan perilaku masyarakat, tidak terkecuali yang berhubungan dengan transaksi keuangan. Sebelum pandemi, masyarakat banyak melakukan kegiatan di luar rumah, namun karena Covid-19, banyak hal yang harus dilakukan dari rumah, termasuk transaksi keuangan.
Kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak menentu seperti ini, menjadi strategi yang paling tepat untuk bertahan. Begitu juga dengan kondisi keuangan, yang harus disesuaikan dengan penghasilan dan kemampuan kita, saat ini.
Mengelola keuangan saat pandemi, memang jadi tantangan tersendiri, karena membutuhkan jurus yang berbeda dari yang biasa dilakukan. Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam mengelola keuangan pada masa pandemi adalah dengan memiliki simpanan di tabungan yang memiliki fitur mobile banking yang dapat memonitor mutasi.
Memiliki dana di tabungan sudah cukup aman, tapi akan lebih berfaedah jika kita bisa mengontrolnya secara berkala. Apalagi jika tabungan tersebut terkadang juga digunakan untuk keperluan operasional.
Tabungan Faedah di BRIsyariah sudah dilengkapi dengan layanan mobile banking BRIS Online, yang bisa digunakan nasabah memonitor berbagai transaksi, seperti transfer, pembelian, dan pembayaran. Dengan begitu, nasabah bisa mengontrol pengeluaran karena bisa mengunduh e-statement kapanpun di manapun.
Selain itu, memeriksa history transaksi juga lebih mudah, sehingga kita bisa mengetahui telah bertransaksi apa saja dan berapa uang yang dikeluarkan.
“Di tengah kemudahan teknologi untuk bertransaksi, penting untuk kita agar tetap mengontrol pengeluaran. Salah satu caranya rajin memeriksa history transaksi,” ujar Kokok Alun Akbar, Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah.
Nasabah BRIsyariah dapat memeriksa history transaksi di aplikasi mobile BRIS Online.
“Caranya dengan klik menu portofolio, pilih tabungan, dan klik download e-statement. E-statement bulan berjalan juga bisa diunduh sehingga nasabah dapat mengontrol pengeluarannya setiap saat,” papar Alun.
Baca Juga: Website Bank BRI Bantu Pedagang Pasar Terong Transaksi dengan Konsumen
Tidak hanya mutasi bulan berjalan, di BRIS Online, nasabah dapat mengunduh e-statement hingga 24 bulan terakhir.
Menabung di BRIsyariah banyak faedahnya. Selama masa pandemi Covid-19, makin banyak masyarakat yang memaksimalkan aplikasi BRIS Online. Pengguna BRIS Online meningkat drastis sebesar 36 persen. Sebanyak 78,6 persen total transaksi di BRIsyariah dilakukan secara daring melalui aplikasi BRIS Online.
Berita Terkait
-
Di Tengah Pandemi, Bank BRI Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Indonesia
-
Bank BRI Beri Pendampingan bagi Pelaku UKM di Tanah Air
-
Hadapi New Normal, Bank BRI Beri Pelatihan Virtual Standardisasi Produk APD
-
Bank BRI telah Siapkan Strategi Hadapi The New Normal
-
Website Bank BRI Bantu Pedagang Pasar Terong Transaksi dengan Konsumen
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa