Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (18/6/2020) dibuka melempem, IHSG kembali turun dari level 5.000-nya.
Mengutip data perdagangan RTI, IHSG dibuka turun 17 poin atau 0,34 persen menuju level 4.970.
Begitu juga dengan indeks LQ45 yang ikutan memerah dengan turun 6 poin atau 0,85 persen menuju level 768.885.
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, kombinasi kejatuhan DJIA sebesar 0.65 persen dan EIDO sebesar 0.74 persen berpotensi menjadi sentimen negatif dan menjadi excuse bagi investor untuk melakukan minor profit taking pasa perdagangan Kamis ini.
Di lain pihak, kondisi harga komoditas cukup beragam dimana harga Timah, Emas, CPO menguat masing-masing sebesar 0.89 persen, 0.03 persen dan 0.20 persen berpotensi mendorong naik saham-saham dibawah komoditas tersebut dalam perdagangan Kamis ini.
"Mengetahui IHSG berpeluang terkena minor profit taking, di tengah secara valuasi banyak saham sangat menarik untuk dibeli," kata Edwin dalam analisanya.
Dirinya merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BOW, khususnya saham yang akan membagikan dividen cukup besar seperti PTBA, atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Coal, CPO, Retail, Infrastruktur Telko, Konsumer, Konstruksi, Properti dan Logam Emas dalam perdagangan Kamis ini.
"IHSG kami perkirakan bergerak pada 4,953 - 5,037 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah PTBA AALI MAPI TOWR INDF LSIP WTON PWON PTPP ANTM," pungkasnya.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk Rp 7 Triliun, Kepercayaan Asing Mulai Pulih?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?