- PT Pertamina Patra Niaga menggandeng TNI dan Polri untuk mengamankan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Sumatera sejak Juli 2026.
- Langkah tersebut diambil untuk mengatasi kelangkaan dan antrean panjang akibat lonjakan konsumsi masyarakat terhadap BBM bersubsidi secara tiba-tiba.
- Kondisi distribusi BBM di SPBU Sumatera dilaporkan telah kembali normal setelah penambahan armada dan pengawalan keamanan ketat dilakukan.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menggandeng TNI dan Polri guna memastikan kelancaran distribusi BBM bersubsidi di sejumlah wilayah di Sumatera.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kelangkaan BBM terjadi di sejumlah SPBU seperti di Medan dan Palembang hingga mengakibatkan antrian panjang.
Wakil Direktur Utama PPN, Taufik Aditiyawarman, mengklaim sejak Kamis (16/7) pagi kemarin situasi di SPBU di Sumatera sudah kembali normal.
"Karena kami dua hari terakhir kita tambah armada dan juga tambah driver-nya ataupun awak mobil tangkinya" ujar Taufik saat konferensi pers di Kompleks Parlemen yang dikutip pada Jumat (17/7/2026).
Bersamaan dengan itu, PPN turut melibatkan anggota TNI dan Polri yang bertujuan memastikan BBM tiba di SPBU.
"Nah, memang ada juga kami dibantu dengan tenaga keamanan TNI-Polri adalah untuk memastikan pengamanan distribusi BBM itu sampai di tujuan yang di SPBU yang dimaksud," kata Taufik.
Adapun kelangkaan, khusus BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar disebut PPN karena adanya perubahan pola konsumsi. Kenaikan harga BBM non subsidi sejak 10 Juni lalu, membuat masyarakat beralih ke BBM bersubsidi.
Berdasarkan data yang dipaparkan PPN, penyaluran harian Pertalite (BBM subsidi) melonjak 9,4 persen atau naik 7.129 kiloliter (KL)/hari, sedangkan konsumsi Pertamax Series (BBM non subsidi) justru anjlok hingga 18 persen atau 4.476 KL/hari.
Begitu juga dengan BBM bersubsidi Biosolar. Konsumsinya naik dari 93 persen pada periode Januari – Mei 2026 menjadi 94,2 persen pada Juli, sementara proporsi Dexlite (BBM non subsidi) turun dari 4,1 persen menjadi 3,5 persen.
Baca Juga: Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
Menurutnya, perubahan pola konsumsi kemudian juga diperparah dengan keterlambatan atau lagging waktu distribusi dalam merespons lonjakan di lembaga penyalur.
"Dan juga mungkin ada lagging dalam distribusi untuk merespons peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut ke lembaga penyalur," katanya.
Berita Terkait
-
Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Tambah Armada dan Dikawal TNI - Polri, Antrean BBM di Sumatra Diklaim Mulai Normal
-
Ulasan Toko yang Buka di Kala Hujan: Novel Bestseller di Koreayang Mengajarkan Arti Kebahagiaan
-
Gokil! Kreator Konten Waldi Sempurna Konsisten Berbagi Puluhan Nasi Kotak Setiap Gajian
-
Modus Baru Solar Subsidi Terbongkar, QR Code MyPertamina Dipakai Berulang hingga Diblokir
-
Cara Memilih Pelembap Sesuai Jenis Kulit, Jangan Salah Pilih agar Tak Iritasi
-
Duitnya Sudah Jadi Kasus, KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli
-
DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO
-
Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?
-
Bauksit Salip Nikel, Investasi Hilirisasi Tembus Rp152,7 Triliun pada Kuartal II 2026
-
Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama