HIMA merekomendasikan penggunaan sistem bersertifikasi SIL 3 untuk mengganti dan menerapkan prosedur sistem sesuai dengan IEC 61511. Ini memastikan agar spesifikasinya sesuai sebagaimana mestinya, dan pengujian peralatan yang diganti dapat dilakukan secara langsung.
Hindari "Down Time" yang Lama
Pada modernisasi apa pun, downtime (penghentian tiba-tiba alat produksi karena kerusakan atau maintenance) akan selalu muncul. Dalam industri berskala besar, ditambah semakin maju teknologinya, semakin lama juga downtimenya.
"Kami menyarankan untuk selalu punya rencana jangka panjang, menggunakan alat tambahan yang kompatibel, dan menyiapkan downtime secara berhati-hati," ucap Friedhelm Best.
Untuk meminimalisasi downtime, operator harus memastikan bahwa teknologinya sudah ter-update dengan versi yang paling mutakhir, karena versi yang baru selalu mencakup perbaikan pada bug (error pada sistem) dan peningkatan pada sistem keamanan pun yang sudah diperkuat.
"Alat dari HIMA dan versi baru dari sistem operasi kami dapat diimplementasikan tanpa harus menghentikan produksi.
Jika Anda menggunakan sistem yang saling terhubung, solusi dari kami ini memungkinkan Anda untuk dapat menggantinya kapan saja, sistem yang lama juga dapat langsung terintegrasi dengan baik dan aman dengan yang baru," tutur Friedhelm Best
Dapatkan Tenaga Ahli yang Tepat
Modernisasi membutuhkan para ahli. Dengan begitu banyak hal yang harus dipikirkan, bantuan dari para insinyur dan konsultan yang terbaik memastikan kalau proses produksi sudah lancar dan efisien.
Baca Juga: Gelar Rakor di Bintan Jadi Cara Pemerintah Gerakan Industri Pariwisata
Misalnya, dimulai dengan SIS itu sendiri: apakah pemeriksaan berkala Anda bisa memberitahu mana perangkat yang masih bisa digunakan? Apakah Anda tahu sudah berapa lama alat-alat tersebut digunakan? Apa persyaratan penting dan langkah awal untuk menjalankan hal tersebut? Jika Anda kesulitan menjawab semua pertanyaan di atas, maka carilah bantuan seorang ahli.
Menemukan ahli yang dapat membantu proses transisi yang lancar dan kompatibel dapat membantu meminimalisirkan munculnya downtime. Ada beberapa teknologi yang bisa memberikan solusi dari masalah dan pemasangan secara online, hal tersebut bisa mengurangi downtime yang banyak.
Selama bertahun-tahun, sektor industri lain sudah mengubah sistemnya. Pandemi COVID-19 sebenarnya hanya menjadi faktor perangsang akan terjadinya perubahan tersebut. Ingatlah selalu bahwa relevansi adalah raja dalam industri apapun.
Mengikuti semua standar yang baru akan menempatkan Anda pada posisi yang baik untuk proses modernisasi apa pun. Simpan dan kumpulkan semua dokumen dan data yang berkaitan dengan sistem Anda dan kembangkan strategi jitu dan sesuai untuk mencapai tujuan besar Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas
-
Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun
-
Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam
-
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
-
Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG
-
Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS
-
Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?
-
Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026
-
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983